CAMPUR TANGAN PIHAK KELUARGA DALAM PERNIKAHAN

Keluarga dan karib kerabat dekat bisa menjadi masalah hakiki
tatkala mereka ikut campur dalam urusan rumah tangga yang
bersifat pribadi.
Hendaklah mereka itu menyadari bahwa putera-puteri mereka
telah memiliki kehidupan baru yang khusus dengan segala
kemanisan dan kepahitannya, dengan segala problematika dan
rahasia-rahasianya. Maka janganlah mereka ikut campur dalam
urusan rumah tangga anak-anak mereka, kecuali jika mereka
diminta ikut campur.
Campur tangan dalam kehidupan rumah tangga putera-puteri
mereka ini akan membuat suami merasa tidak memiliki
kebebasan atau merasa orang lain yang mengatur urusan rumah
tangganya.

# PERTEMPURAN IBU MERTUA DENGAN ISTRI#
Kepada ibu mertua agar memahami bahwa menantunya itu baru
menjadi seorang istri yang sedang mencoba kehidupan suami
istri. Dan hal itu menuntut kita untuk bersikap lemah lembut dan
santun serta memaklumi kesalahan-kesalahan yang terjadi, dan
memandangnya sebagai anak sendiri untuk menguatkan benih-
benih cinta dalam hatinya.
Dan hendaklah ibu mertua membiarkan menantunya mengatur
urusan rumah tangga mereka seperti yang diinginkannya. Ada
kalanya ia gagal dan mengulangi sekali lagi. Dan hendaklah ia
menyadari bahwa urusan rumah tangga menantunya adalah
urusan pribadi mereka.
Bukan merupakan hak ibu mertua untuk mengetahui segala
urusan dari yang besar sampai yang kecil dalam rumah tangga
kecil yang baru ini. Janganlah ia bertanya tentang segala
sesuatu atau marah karena tidak mengetahui sesuatu urusan
misalnya. Walaupun ada baiknya menumbuhkan kesan dihati
ibu mertua bahwa ia adalah ibu disamping ibu mertua, dan istri
melibatkannya sebagian urusan rumah tangga yang tidak
merusak suasana bila ia mengetahuinya. Dan itu akan
menguatkan hubungan cinta.

# CAMPUR TANGAN SAUDARA PEREMPUAN (KAKAK IPAR)
DALAM PERSETERUAN DENGAN ISTRI#

Ini merupakan pengaruh yang luar biasa mempengaruhi
kehidupan suami istri. Saudara perempuan suami ada kalanya
menuduh si istri telah menguasai saudara laki-laki mereka. Atau
menuduh si istri telah memanfaatkan harta suami untuk
kepentingan dirinya dan keluarganya.
Boleh jadi sebab yang mendorong hal itu adalah kecemburuan
dari saudara-saudara perempuan dari pihak suami.
Solusi penyelesaian masalah ini:
Hendaklah si istri tetap mencintai dan menyayangi mereka,
bermu'alah dengan baik terhadap mereka, memberi mereka
hadiah, membuat mereka merasa rindu dengannya,
menganggap mereka seperti saudara sendiri, melupakan
kesalahan-kesalahan mereka , dan apabila mereka menikah
niscaya perilaku-perilaku mereka itu akan berubah dengan
sendirinya. Dan apabila mereka sudah berumah tangga,
perhatikanlah kebutuhan mereka dan kunjungilah mereka. Dan
bantulah suami mu dalam hal.
(Sumber:as-sakinah)
(Image:google)

Blog Archive