Kisah Teluk Kiluan

Kisah Teluk Kiluan

Kalau mati dalam pertempuran ini, satu permintaan saya: Kuburkan saya di pulau seberang teluk ini." Begitu kata Raden Mas Arya suatu saat sebelum bertempur dengan warga Negeri Kelumbayan yang akhirnya dia tewas. Dan, atas kiluan (bahasa Lampung: permintaan) itu, masyarakat menguburkannya di tengah pulau yang ditunjuknya.

Kejadian tersebut menjadi legenda di tengah masyarakat atas nama Pulau Kiluan di Pekon Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus. Meskipun banyak versi cerita dalam legenda nama pulau itu, pada dasarnya begitulah masyarakat asli di sana bercerita.

Legenda masyarakat tersebut dikuatkan dengan adanya tumpukan batu semacam makam pada puncak ketinggian di tengah pulau. Menurut masyarakat setempat, lokasi tersebut terdapat makam Raden Mas Arya.

Selain lokasi tersebut dijadikan tempat yang dikeramatkan, juga banyak kejadian-kejadian mistik di pulau itu. "Ada kebiasaan masyarakat yang melarang untuk tidak mandi di tegi ghani atau sekitar pukul 11 siang di pantai pulau itu," kata Cik Mat, warga setempat yang berkunjung saat digelar malam ramah tamah  rombongan peserta Kiluan Fishing Week dengan masyarakat setempat di Pulau Kiluan itu awal September 2006.

Legenda berawal saat pada era mulai runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Islam masuk Indonesia. Di kawasan awalnya menjadi umbul atau perladangan masyarakat Pekon Bawang, dikenal seorang pendatang yang sangat sakti. Dia adalah Raden Mas Arya, ada dua versi asal orang tersebut ada yang menyebut berasal dari Malaka juga ada yang menyebut dari kawasan Banten.

Karena kesaktiannya yang belum terkalahkan pada saat itu, bahkan karena kesaktiannya dia dapat mengetahui kapan ajalnya akan tiba. Dan, suatu hari Raden Mas Arya ditantang tanding salah seorang warga setempat (masyarakat tidak mengetahui siapa identitas penantang ini). Menurut salah satu versi, sang  penantang ini adalah seorang guru silat dari daerah Kotaagung, Tanggamus.

Karena tahu ajal segera tiba di tangan penantangnya itu, Raden Mas Arya meminta dimakamkan di suatu pulau. Dia juga memberi tahu kelemahannya pada bagian tertentu tubuhnya yang ditusuk dengan senjata bukan dari besi.

Sesuai dengan permintaannya, dimakamkanlah Raden Mas Arya di pulau yg diberi nama kiluan. "Mayatni dikubur dija, sangun sina kiluan ni (Mayatnya dikubur di sini, memang itu permintaannya," kata Mat Cik. Menurut seorang aktivis Yayasan Cinta Kepada Alam (Cikal) Yeye, memang ada legenda seperti itu. Namun, dari berbagai cerita yang didapatnya, ternyata banyak versi yang menjadikan nama pulau itu salah satunya cerita Raden Mas Arya.

Di bukit di tengah pulau itu ada ritual tertentu yang diajarkan masyarakat sana. "Tapi yang harus
dijaga adalah kelestarian pulau beserta seluruh habitat laut di kawasan itu sebagai daya tarik
wisata pulaunya," katanya.

Suster Misterius Di Rumah Sakit

Ceritanya dulu waktu kelas 3 SD gw dirawat di salah satu rumah sakit di Bandung. Gw dirawat karena demam berdarah. Gw dirawat di sana sekitar 4 harian. Malam pertama nginep di sana tuh kebeneran malam Jumat. Dulu masih ada acara dunia lain, dan gw dulu suka nonton tuh acara. Jadi malemnya gw berencana buat nonton tuh acara. Pas malemnya mau nonton, eh bapak gw ga ngijinin nonton tuh acara. Katanya sih dia takut nonton begituan di tempat kaya gini. Ya udah deh.. Bete, gw langsung tidur.

Jam setengah 12 malem, gw kebangun gara-gara ngedenger suara kereta dorong yang suka dibawa oleh suster dan di keretanya tuh ngebawa air untuk menyeka pasiennya. Gw heran.. siapa yang mandi jam segini? Tiba-tiba bulu kuduk gw berdiri.. kereta itu jalannya pelaaan banget..

Oh ya.. For Your Information, kamar gw pas dirawat tuh ada di pojok banget, jadi ga ada ruangan lagi di sebelah kiri kamar gw. lanjut...

Karena penasaran gw nengok ke jendela buat ngeliat ngapain tuh suster lewat kamar gue. Tirai jendela kamar gue tuh putih, jadi bayangan orang dari luar tuh pasti keliatan. Setelah gw nengok, gw liat... ada kereta dorong yang lagi didorong sama suster yang kepalanya TENGKORAK!!! Gilaa.. gw ga bisa memalingkan wajah gw. Bentuk tengkoraknya tuh jelas banget keliatan dari bayangannya. Suster itu pun ngelayang...!!!

Setelah suster itu lewat akhirnya gw bisa tidur lagi dan menceritakan kejadian itu ke bapak gw besok paginya. Kata bapak gw, dia juga ngedenger suara kereta dorong pas tengah malem.. Secara.. dia kan tidur di sofa deket jendela. Jadi pasti dia ngedenger. Dan dia kaget setelah ngedenger cerita gw.

Jembatan Berdarah


Kali ini saya akan menceritakan tentang sebuah daerah di Gresik,Jawa Timur. Tentang sebuah mistik yang dulu sempat membuat warga di daerah saya menjadi paranoid. Silahkan membaca ya.

Saya lahir di sebuah rumah sakit swasta di kota Solo yang sebagian orang menyebutnya dengan kota Surakarta, Jawa Tengah. Ayah saya bekerja di salah satu pabrik besar di kota Gresik, jadi mau tak mau kami sekeluarga pindah di Gresik. Ketika pindah umur saya baru menginjak 7 tahun.

Jalan menuju perumahan kami ada 2, yang pertama melewati pemakaman Sunan Giri (apabila lewat jalan ini, jarak menjadi lebih jauh/memutar) sedangkan jalan kedua melewati sebuah jembatan yang menyebrangi jalan TOL Surabaya-Lamongan. Akan tetapi pada waktu itu, tidak ada satupun orang yang berani melewati jalan ini ketika malam hari karena orang yang melewati jembatan ini selalu dirampok dan dibunuh dengan cara mutilasi. Karena reputasi jembatan itulah orang-orang memilih jalan memutar daripada kehilangan nyawa.

Namun lambat laun perampok yang sering merampok dan memutilasi korbannya ini tidak lagi beroperasi (entah sudah ditangkap polisi atau sudah dipanggil Ilahi, tidak ada yang tahu) maka orang-orang sudah mulai berani melewati jalan ini.

Jalan yang sudah sepenuhnya aman dari rampok sadis ternyata tetap tidak aman. Setidaknya dari makhluk halus. Sudah banyak cerita tentang makhluk halus disana. Wujudnya bukan berupa genderuwo, pocong, kuntilanak maupun suster ngesot tapi berwujud potongan tubuh manusia seperti kepala menggelinding, tangan yang sedang menyebrang jalan, kaki yang berjalan sendiri, dsb..

Salah satu kakaknya temanku pernah mengalaminya.. Sebut saja dengan si A..

Ketika itu malam Minggu. Si A bersiap pergi ke rumah pacarnya yang kebetulan berada di desa di seberang jembatan itu. Ketika berangkat, si A tidak mengalami kejadian aneh karena melewati jalan yang memutar. Semua berjalan normal. Namun hal berbeda terjadi ketika si A pulang kembali ke rumah..

Karena malam begitu larut ditambah si A yang tiba-tiba sakit perut maka si A memutuskan untuk melewati jembatan tersebut. Padahal si A telah diingatkan oleh pacarnya agar jangan lewat jembatan itu tapi karena perut yang susah diajak kompromi maka dengan modal "Bismillah" si A pulang.

Sesampainya di atas jembatan, si A berhenti. Bukan karena mogok, kehabisan bensin, dihadang preman atau apa, si A berhenti karena dihadang tangan yang berjalan. Tangan tersebut berjumlah 6 yang sedang berjalan "ngesot" menuju ke seberang jalan..

Mungkin karena perut si A sudah terlanjur mulas, tanpa pikir panjang diraihnya tangan yang berjalan itu dan diseberangkan ke seberang jalan. Setelah itu si A pulang.

Untungnya sekarang ini jembatan tersebut telah ramai dilalui orang dan tidak ada keganjilan lagi. Semoga..

Cerita Cinta Sejati Catatan Buku Cokelat

Cerita Cinta Sejati yang dilakoni sepasang muda-mudi yang akhirnya menjadi suami istri, namun dalam kehidupan mereka semakin hari, semakin tidak menemukan kecocokan dalam rumah tangganya. Ini merupakan Kisah cinta sejati yang mengharukan.


Di kisahnya, bahwa si cewek begitu sayang dan setia mencintai cowoknya, dari masa-masa pacaran hingga keduanya menikah menjalani rumah tangga. Dalam kisah cinta sejati mereka, si cewek atau sang istri mencatat semua kejadian perjalanan cintanya dalam buku cokelat, baik itu menyakitkan maupun sebaliknya.

Catatan Buku cokelat tersebut merupakan salah satu bukti kesetiaan dan ketulusan sang istri kepada suaminya. Berikut adalah cerita selengkapnya.

Kisah Cinta Sejati Catatan Buku Cokelat

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.

Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. Ia sungguh cantik kataku dalam hati, Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik. Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.

Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.

14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.

Hmm aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.

6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.

Jantungku serasa mau berhenti

23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui

Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.

Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.

14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.

Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun 
Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun.

Genderuwo Pohon Pepaya

Nama gue Fauzan, gue baru pertama kali ngirim cerita ke sini, jadi maap maap kalau masih blepotan atau berantakan hehe

Oke langsung aja, ini cerita dulu pernah gua alamin kira2 10 tahun yang lalu pas gue masih TK. Jadi begini ceritanya: waktu itu kira2 tepat pukul 20.00 WIB, waktu itu gue lagi maen di rumah kakak sepupu gue yang jaraknya kira2 selisih 7 rumah lah dari rumah gue. Nah, gak lama gue maen, ibu gue nelpon gue nyuruh gue pulang, tapi karena gue lagi keasikan maen gue bilang aja ke ibu gue "Iye bentar lagi jam 9an aku pulangnya". Yaudah akhirnya ibu gue ngebolehin.

Akhirnya waktunya pun tiba, tepat pukul 21:00 WIB akhirnya gue pulang sendirian ke rumah setelah berpamitan sama kakak sepupu gue. Pas awalnya sih gue gak ngerasa aneh atau semacamnya, tapi pas gue udah sampe di pertengahan jalan yaitu di rumah ke-4 (dari selisih rumah gue dan kk sepupu gue), sebut aja rumah bu Imah (samaran), rumah bu Imah disampingnya itu ada pohon pepaya gede banget yang udah tua, tapi sebagian pohon itu ketutupan terpal yang tingginya 2 meter.

Pas gue lewat didepan rumah bu Imah (di depan pohon pepaya itu juga) gue ngeliat ada orang, rambutnya keriting dibalik terpal pohon pepaya itu (awalnya gue pikir orang, jadi gue cueklah). Tapi gak lama hati gue ngomong "Kok orang itu tingginya ngelewatin terpal yang tingginya 2 meter itu? mana di daerah gue ga ada orang yang tingginya diatas 2 meter dan rambutnya keriting". Disitu gua penasaran dan mencoba beraniin ngeliat ke arah pohon pepaya itu lagi sambil ngebaca al fatihah (maklum masih TK taunya al fatihah doang wkwk).

Gua terkejut pas gua liat lagi ternyata tuh mahkluk nyadarin keberadaan gue dan ngeliat gua dengan wajah hitam, keriting, matanya merah, giginya bertaring pokoknya serem banget dah! mana melotot ke arah gua yang masih bocah ingusan! Lantas gue langsung ambil langkah seribu ke rumah gue, dan gue langsung masuk ke rumah dan buru2 tidur. Ibu gue pun nampaknya kebingungan tapi dia gak nanya apa2 sama gue.

Sejak kejadian itu, tiap gue lewat pohon pepaya itu, gue selalu ngibrit dan malingin muka dari pohon tersebut. Tapi berhubung sekarang pohon pepaya itu udah ditebang dan gue juga udah balig, gue jadi selow2 aja lewat situ haha :D

Menampar Pipi Raja

Pada suatu hari, Abu Nawas singgah di rumah kenalannya, seorang Yahudi. Di sana tengah berlangsung permainan musik yang meriah. Banyak orang yang menonton sehingga suasana begitu meriah. Semua tamu yang hadir terlibat dalam permainan musik indah itu, termasuk Abu Nawas yang baru saja masuk.
Ada yang bermain kecapi, ada yang menari-nari dan sebagainya, semuanya bersuka ciata.

Ketika para tamu sudah kehausan, tuan rumah menyuguhkan kopi kepada para hadirin. Masing-maisng mendapat secangkir kopi, termasuk Abu Nawas.
Ketika Abu Nawas hendak meminum kopi itu, ia ditampar oleh si Yahudi. Namun karena sudah terlanjur larut dalam kegembiraan, hal itu tidak ia hiraukan dan diangkatnya lagi cangkirnya, tapi lagi-lagi ditampar.

Ternyata tamparan yang diterima Abu Nawas pada malam itu cukup banyak sampai acara selesai sekitar pukul 2 dini hari.

Di tengah jalan, baru terpikir oleh Abu Nawas,
"Jahat benar perangai Yahudi itu, main tampar saja. Kelakuan seperti itu tidak boleh dibiarkan berlangsung di Baghdad. Tapi, apa dayaku hendak melarangnya?" pikirnya dalam hati.
"Ahaa..aku ada akal," guman Abu Nawas selanjutnya.

Keesokan harinya, Abu Nawas menghadap Raja Harun Ar-Rasyid di istana.
"Tuanku, ternyata di negeri ini ada suatu permainan yang belum pernah hamba kenal, sangat aneh," lapor Abu Nawas.
"Di mana tempatnya?" tanya Baginda.
"Di tepi hutan sana Baginda," kata Abu Nawas.
"Mari kita lihat," ajak Baginda.
"Nanti malam kita pergi berdua saja dan Tuanku memakai pakaian santri," ucap Abu Nawas.


Setelah Shalat Isya, maka berangkatlah Baginda dan Abu Nawas ke rumah Yahudi itu.

Ketika sampai di sana, kebetulan si Yahudi sedang asyik bermain musik dengan teman-temannya, maka Baginda pun dipersilahkan duduk.
Ketika diminta untuk menari, Baginda menolak sehingga ia dipaksa dan ditampar pipinya kanan kiri.

Sampai di situ Baginda baru sadar bahwa ia telah dipermainkan oleh Abu Nawas.
Tapi apa daya ia tak mampu melawan orang sebanyak itu.

Maka, menarilah Baginda sampai keringat membasahi sekluruh tubuhnya yang gendut itu. Setelah itu barulah diedarkan kopi kepada semua tamu, dan melihat hal itu, Abu Nawas meminta izin untuk keluar ruangan dengan alasan akan pergi ke kamar mandi untuk kencing.

"Biar Baginda merasakan sendiri peristiwa itu, karena salahnya sendiri tidak pernah mengetahui keadaan rakyatnya dan hanya percaya kepada laporan para menteri," pikir Abu Nawas dalam hati sembari meluncur pulang ke rumahnya.

Tatkala hendak mengankat cangkir kopi ke mulutnya, Baginda ditampar oleh si Yahudi itu. Ketika ia hendak mengangkat kopi cangkirnya lagi, ia pun terkena tamparan lagi begitu seterusnya hingga Baginda belum pernah mencicipi barang sedikit saja kopi yang disuguhkan.,

Pada pagi harinya, setelah bangun tidur, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid memerintahkan seorang pelayan istana untuk memanggil Abu Nawas.
"Wahai Abu Nawas, baik sekali perbuatanmu tadi malam, engkau biarkan diriku dipermalukan seperti itu," kata Baginda.
"Mohon ampun wahai Baginda Raja, pada malam sebelumnya hamba telah mendapat perlakuan yang sma seperti itu. Apabila hal itu hamba laporkan secara jujur, pasti Baginda tidak akan percaya. Dari itu, hamba bawa Baginda ke sana agar mengetahui dengan kepala sendiri perilaku rakyat yang tidak senonoh itu," jawab Abu Nawas membela diri.

Baginda tidak dapat membantah ucapan Abu Nawas, lalu disuruhnya beberapa pengawal untuk memanggil si Yahudi itu.
"Wahai Yahudi, apa sebabnya engkau menampar aku tadi malam," tanya Baginda marah.
"Wahai Tuanku, sesungguhnya hamba tidak tahu jika malam itu adalah Tuanku. Jika sekiranya hamba tahu, hamba tidak akan berbuat seperti itu," jawab si Yahudi membela diri.

Apa daya, pembelaan Yahudi tidak disetujui oleh Baginda. Karena menampar orang termasuk perbuatan maksiat dan Baginda harus mengambil tindakan tegas karenanya.
"Sekarang terimalah pembalasanku," kata Baginda.
"Ampunilah hamba, Tuanku," ucap si Yahudi.

Segera saja Baginda memerintahkan para prajurit untuk memasukkan si Yahudi ke dalam penjara.
Sejak saat itu Raja Harun amat memperhatikan rakyatnya. Ia berterimakasih atas laporan yang diberikan oleh Abu Nawas tersebut.

Cewek dan Tukang OjeK

Nah, gw mw share nih cerita lucu horor buat kalian semua. Yang belom ketawa hari ini, coba baca dulu cerita di bawah ini. Semoga terhibur ya...
Cerita Lucu Horor: Cewek dan Tukang Ojek

cerita lucu horor: Cewek dan Tukang Ojek

Ceritanya bermula dari sebuah desa angker. Saking angkernya, lewat jam 8 malem suasana sudah sepi. Yang seliweran cuman tukang ojek yang nganter penumpang sampai ke rumahnya. Maklum, ini desa kecil, jadi angkot blom bisa masuk. Singkat cerita, malam itu Mail, pulang ke rumah agak awal karena penumpang agak sepi hari ini. Sekitar jam 9 malem, si Mail ngegas motornya pelan-pelan sampai ke rumah, ternyata di tengah jalan dia ngeliat ada orang kondangan.
Lewat di depan kuburan, dia mulai was-was karena banyak penduduk bilang disana sering muncul kuntilanak yang suka gangguin orang.
Akhirnya si Mail langsung nancep gas biar cepet  ngelewatin kuburan itu, tapi tiba-tiba, ada yang nyetop motornya, wanita cantik rambut panjang pakaian merah dengan senyuman manis. Bulu kuduknya langsung berdiri setelah ingat cerita-cerita seram itu. Akhirnya ia memberanikan diri untuk berhenti,
NnnNnneng mau kemana? (dengan suara gemetaran)
Saya mau kondangan bang. Anter yuk sampai di depan sana
Iya neenng? (masih dengan suara gemetaran)
Si Mail ngajak thu cewek naik motornya. Tapi si Mail ngerasa aneh.. pas megang si Mail, tangan si cewek itu kerasa dingin banget. makin takutlah si Mail, sampai badannya terasa lemes semua..
Neng kok tangannya dingin banget sih neng?? Perasaan cewek yang abang gandeng tangannya anget semua?
 
Si cewek gga menjawab lalu setelah jalan beberapa ratus meter, thu cewek ketawa cekikikan, Hihihihihihih khas suara kuntilanak. Saking takutnya thu si Mail langsung nancep gas dan ngebut. Dilihatnya di spion, Lho thu cewek kemana? Berarti bener donk barusan itu. hiiiiiiii. Ga pikir panjang dia langsung ke tempat kondangan yang barusan diliatnya, oh ternyata masih rame,, Sukur.. sukur, pikirnya dalam hati.
Besoknya dia lagi lewat depan kuburan situ, mau gimana lagi, cuman  itu satu-satunya jalan pulang ke rumah
Tapi sekali lagi dia kaget, ntu cewek kemarin ternyata masih disana dan lagi-lagi nyetop si Mail. Si cewek bilang:
Bang anterin saya ke kondangan donk

cewek itu langsung meloncat ke tempat kursi motor si Mail sambil nyuruh cepet jalan. Ga berani nolak, Si Mail langsung ngegandeng cewek itu Saking takutnya, Si Mail ngebut lagi pake ojeknya..  Tapi di tengah jalan thu ce nepuk-nepuk bahu Mail minta berenti..
Bang Bang.. Berenti donk!

Ada apa neng, Si Mail ngejawab dengan gelagapan
Abang jangan cepet-cepet.. saya takut jatuh kayak kemaren
Lho eneng kemarin jatoh? Abang kirang setan abis ngilang gitu aja
Ya ngga lah bang. Liat nih, gara-gara abang, tangan ane jadi lecet pala ane benjol mana punggung bolong lagi. Si cewek nunjukin punggungnya yang bolong dan Si Mail pun pingsan seketika.

Nah, itu tadi cerita lucu horor tentang kuntilanak dan tukang ojek. Semoga kalian terhibur ya Besok-besok gw akan share lagi cerita lucu horor. Buat kalian yang pengen membaca cerita lucu lainnya, cerita berikut ini juga ga kalah seru kok, judulnya  Cerita Pendek Lucu Banget. Masih banyak kok cerita lucu yang pengen gw share buat semuanya. Tunggu ya cerita-cerita lainnya..
loading...