Inilah Kisah Seorang Bapak , Anak, Dan Seekor Keledai

Posted By Admin on Jumat, 01 April 2011 | 10.24

 Dahulu kala terkisah ada seorang anak yang duduk di atas keledai dan sang ayah berjalan disamping sambil menuntun keledai yang dinaiki oleh anaknya.Tanpa terasa mereka melewati kerumunan orang di pasar, berkatalah salah satu dari mereka, "Lihat, anak yang durhaka, si ayah disuruhnya berjalan sementara ia asyik menaiki keledainya!"

Demi mendengar hal tersebut sang anak berkata,"Ayahku, lebih baik ayah saja yang duduk disini biarlah aku berjalan saja". Berlanjutlah perjalanan mereka, tak lama kemudian mereka melewati sekumpulan ibu-ibu yang sedang sibuk mencuci di sungai, berkatalah salah satu dari mereka, "Lihatlah, Ayah yang kejam, dia asyik menaiki keledainya sementara anaknya disuruhnya jalan!".

Demi mendengar perkataan orang tersebut sang ayah berkata, "Nak lebih baik kita tidak usah menaiki keledai ini mungkin kita tuntun saja" sang ayah berkata kepada anaknya sambil turun dari punggung keledai tersebut. Baru beberapa langkah ada seorang pria berkata, "Apakah kalian menuntunnya dari rumah sampai tujuan? alangkah bodohnya kalian mengapa kalian tidak menaiki saja keledai ini, tampaknya ia cukup kuat"

Demi mendengar perkataan orang tersebut sang ayah berkata, �Nak lebih baik kita naik bersama saja ya..�. bapak yang sedang menaiki keledai bersama anaknya kemudian mereka melewati sebuah perkampungan, bertemulah mereka dengan sekumpulan orang yang sedang asyik minum di sebuah kedai. "Alangkah kejamnya mereka! keledai itu mereka naiki berdua!"

Demi mendengar perkataan orang tersebut sang ayah dengan ragu berkata, ��Nak kita angkat berdua saja keledai ini ya��. dengan susah payah sang ayah dan anak mengangkat keledai itu di atas kepala mereka, menjelang tempat tujuan seorang kerabat berkata, "Apakah kalian mengangkatnya dari rumah sampai kesini?...sungguh gila kalian, mau-maunya kalian menyiksa diri mengangkatnya padahal keledai itu ibarat kereta yang terlahir mengantarmu kemana pun.

Sebuah hikmah yang dapat kita ambil adalah bahwa lakukanlah menurut kita yang terbaik harus kita lakukan kalaupun ada kritik ataupun pendapat dari banyak orang perhatikan bahwa tidak semua pendapat itu harus kita ikuti karena tidak semua orang memiliki pandangan yang sama..
Blog, Updated at: 10.24

0 komentar:

Poskan Komentar

Facebook

Blog Archive