Istri Adalah Dokter Bagi Suaminya


Istri yang cerdas memiliki cara-cara tersendiri untuk mengenal problem atau kendala dan ketakutan-ketakutan atau kecanggungan suaminya dalam berhubungan dengan dirinya. Ada banyak pemuda yang memiliki kendala sehingga hubungan dengan sang istri menjadi tidak lancar. Dan lelaki yang menjadi tertutup karena kendala-kendala psikis benar-benar bisa mengakibatkan ketidakmampuan melakukan kontak persebadanan dengan sang istri. Namun seorang istri yang cerdas dapat dengan mudah menghalau mendung hitam pada suaminya, pun memberinya motivasi dan kepercayaa diri.
     Apabila ada suami yang tidak bergairah dan mengelak dari istrinya itu masalah biasa, tidak terlalu bahaya jika hanya berlangsung dalam beberapa hari tertentu. Namun jika sudah melampaui batas waktu kewajaran, pasti ada sebabnya. Pada saat yang bersamaan, hal seperti itu harus segera dientaskan dan diobati. Sudah barang tentu yang dapat menjadi dokter guna mengobati penyakit itu adalah sang istri yang cerdas, yang memiliki banyak pengetahuan.
     Seorang istri yang dapat merasakan adanya bahaya sebelum terjadi bencana. Dalam banyak waktu, suami seringkali merasa bosan dengan cara-cara bercinta yang bersifat rutinitas. Ia tidak menyukai kondisi yang monoton. Tidak menyukai penampilan istri dengan pakaian rumah yang tidak terjaga kebersihannya. Jengah dengan fanatisme sang istri terhadap anak-anak, atau cara-cara dia dalam mendebat dan mengutarakan pendapat kepada dirinya. Maka dalam hal ini seorang istri memiliki kewajiban-kewajiban bersifat umum, yaitu peran serta dia di dalam memantik perhatian dan mengambil hati suami. Sehingga ia jejali hidungnya dengan harum-haruman mewangi. Ia pancing perhatiannya agar terpesona oleh penampilannya yang memukau nan cantik rupawan. Tutur sapanya yang enak didengar membuat ia bagai tersihir. Hatinya tercuri. Hal serupa adakalanya dialami istri.
      Untuk menjaga dan mengobati suami, istri tidak harus dengan cara-cara diatas. Sebab ada trik lain agar suami merasa lebih betah tinggal di rumah, yaitu dengan cara belajar memasak aneka hidangan dan membuat kue. Yang demikian lebih baik ketimbang harus membeli makanan jadi di toko-toko dengan harga yang relative lebih tinggi. Bagus juga apabila seorang istri belajar menjahit. Suami akan menghargai itu semua, sebab sentuhan istri yang lembut bisa terlihat jelas pada setiap jahitan.
     Waspadailah jika ditemukan ada indikasi suami suka pulang tengah malam, atau suka berkumpul kembali dengan teman-teman lamanya sebelum menikah, atau suka memuji kecantikan dan ketangkasan salah seorang rekan wanitanya di tempat kerja. Jika demikian, istri yang cerdas akan mencari tahu latar belakang yang sesungguhnya di balik perubahan sikap sang suami. Namun demikian, ia juga harus introspeksi. Cobalah jawab pertanyaan di bawah ini :
1.  Adakah kegemukan mulai tampak kelihatan pada tubuh yang menjadi daya tarik bagi suaminya.
2.  Apakah mengurus anak-anak telah menyita seluruh konsentrasi kepada mereka, sehingga suami tidak lagi mendapat perhatian seperti sebelum melahirkan ?
3.  Adakah pertengkaran terus terjadi dan semakin meruncing tajam?
4.  Adakah suami merasa lebih bahagia berada di luar rumah?
5.  Apakah dialog diantara suami telah mati?
 Istri yang cerdas bisa mengatasi indikasi-indikasi di atas dengan tegas, bukan dengan emosional. Pun sesegera mungkin, sebelum persoalan tersebut menjadi sulit diurai dan mendapatkan pemecahan. Dalam keadaan seperti ini seorang istri harus dapat bermusyawarah dengan suaminya secara terang-terangan dan tetap dalam kontek kesantunan, untuk menyelesaikan segala yang menyangkut sikap dingin suami. Dia sendiri harus mengadaptasikan lingkungannya. Tidak ada salahnya andai suami dilibatkan dalam proses pendidikan anak-anak, sehingga ia tidak harus kehilangan seluruh perhatian dan konsentrasi hanya untuk mereka. Jika demikian suami tidak lagi akan menuduh istri hanya memperhatikan anak-anak, sementara ia diacuhkan, seakan-akan tugas istri terhadap suami sudah selesai sampai batas waktu melahirkan. Istri harus tetap bisa imbang memberikan perhatian terhadap suami, hobi, dan kesukaannya. Juga mendekatkan diri kepadanya supaya ia tidak merasa lebih berbahagia jika berada di luar rumah.
(Sumber:MemeliharaKesetiaanSuami,YusufSaad)