Bahasa Cinta Kahlil Gibran

Bahasa Cinta Kahlil GIbran | Sejarah kehidupan Kahlil Gibran
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Apabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata

�Aku turut berbahagia untukmu�

Apabila cinta tidak berhasil�

BEBASKAN dirimu�
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah�

bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya�

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..


MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

�Aku ingin mencintaimu dengan sederhana�

seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu�

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana�
Bahasa Cinta Kahlil GIbran | Sejarah kehidupan Kahlil Gibran

seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada��

��pabila cinta memanggilmu�

ikutilah dia walau jalannya berliku-liku�

Dan, pabila sayapnya merangkummu�

pasrahlah serta menyerah,

walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu��


Baca Juga: Biografi Abu Nawas

Kisah Mengharukan, Sang Malaikat Kecil

kisah, islamic motivation, kisah mengharukan, kisah islami

Sudah menjadi kebiasaan setiap selesai sholat jum�at tiap pekannya, seorang Imam (masjid) dan anaknya yang berumur 11 tahun membagikan brosur atau pun buku-buku islam di jalan-jalan dan keramaian, diantaranya sebuah buku dakwah yang berjudul �at-thoriq ilal jannah� (jalan menuju surga).

Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik-rintik air hujan yang membuat manusia benar-benar malas untuk keluar rumah. Namun si anak telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dingin, lalu ia berkata,
�Saya sudah siap, Abi!�
�Siap untuk apa nak?�
�Abi, bukankah ini waktunya kita membagikan buku �jalan menuju surga�?�
�Udara di luar sangat dingin, apalagi gerimis.�
�Tapi Abi, tetap saja ada orang yang berjalan menuju neraka meski suasana sangat dingin.�
�Saya tidak tahan dengan suasana dingin di luar.�
�Abi, jika diijinkan, saya ingin menyebarkan buku ini.�
Sang ayah diam sejenak lalu berkata
�Baiklah, tapi bawa beberapa buku saja, jangan banyak-banyak.�

Anak itupun keluar di jalanan kota untuk membagikan buku kepada orang yang dijumpainya, juga dari pintu ke pintu.

Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Jalanan sepi dan ia tak menjumpai lagi orang di jalanan. Lalu ia mendatangi sebuah rumah untuk membagikan buku itu. Ia pencet tombol bel rumah�.tapi tak ada yang menjawab. Ia pencet lagi..dan tak ada yang keluar. Hampir saja ia pergi, namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya. Untuk kesekian kali ia kembali memencet bel, dan ia ketuk pintu dengan keras.

Tak lama kemudian, pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam berkata, �Apa yang bisa saya bantu wahai anakku?�

Dengan wajah ceria, dan senyum yang bersahabat si anak berkata, �Sayyidati (panggilan penghormatan untuk seorang wanita), mohon maaf jika saya mengganggu Anda, saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda, dan saya membawa buku dakwah untuk Anda yang mengabarkan kepada Anda bagaimana mengenal Allah, apa yang seharusnya dilakukan manusia dan bagaimana cara memperoleh ridha-Nya.�

Anak itu menyerahkan bukunya, dan sebelum ia pergi wanita itu sempat berkata, �Terimakasih Nak...

Satu pekan berlalu....

Seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilakan jama�ah untuk bertanya, atau ingin mengutarakan sesuatu.

Di barisan belakang, terdengar seorang wanita tua berkata, �Tak ada di antara hadirin ini yang mengenalku, dan baru kali ini saya datang ke tempat ini. Sebelum Jumat yang lalu saya merasa belum menjadi seorang muslimah, dan tidak berpikir untuk menjadi seperti ini. Sekitar sebulan suamiku meninggal, padahal ia satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini. Hari Jumat yang lalu, saat udara sangat dingin dan diiringi gerimis, saya kalap, karena tak tersisa lagi harapan untuk hidup. Maka saya mengambil tali dan kursi, lalu saya membawanya ke kamar atas di rumahku. Saya ikat satu ujung tali di kayu atap�saya berdiri di kursi�lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya ke leher, saya ingin bunuh diri karena kesedihanku�

Tapi, tiba-tiba terdengar olehku suara bel rumah di lantai bawah. Saya menunggu sesaat dan tidak menjawab, �paling sebentar lagi pergi� batinku.

Tapi ternyata bel berdering lagi, ditambah ketukan pintu yang makin kuat. Saya ragu, �Siapa kira-kira yang datang ini, setahuku tak ada satupun orang yang mungkin memiliki keperluan atau perhatian terhadapku.� Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher, dan saya turun untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.

Saat kubuka pintu, kulihat seorang bocah yang ceria wajahnya, dengan senyuman laksana malaikat yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Dia mengucapkan kata-kata yang menyentuh sanubariku, �saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda.� Kemudian anak itu menyodorkan buku kepadaku yang berjudul, �Jalan menuju surga.�
Akupun segera menutup pintu, aku mulai membaca isi buku itu. Setelah membacanya, seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.

Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat, hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka, dan mudah-mudahan menjadi jalan selamat dari kesengsaraan menuju surga yang abadi.

Mengalirlah air mati para jamaah yang hadir di masjid, gemuruh takbir..Allahu Akbar..menggema di ruangan. Sementara sang Imam turun dari mimbarnya, menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah.

Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayah pun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.


Judul asli : ??? ????? ??? ?????? ??????
Penerjemah : Shiddiq Al-Bonjowiy
Sumber : Kompaq

Apakah Takdir Itu Pilihan?

motivasi, renungan, takdir

Pernah suatu ketika ada sebuah training. Saat itu materi yang disampaikan adalah masalah takdir. Karena ternyata peserta belum begitu memahami bagaimana hakekat sebuah takdir. Mereka mengeluh kenapa mereka ada yang kaya, dan sebagian mereka ada yang miskin.

Tiba-tiba sang trainer duduk dengan bersila dan bertanya, �Apakah saya duduk seperti ini takdir?�

�ya!�, jawab peserta.

Kemudian sang trainer duduk diatas meja dan bertanya, �Apakah saya duduk seperti ini takdir?�

�ya!�, jawab peserta kompak.

Kemudian sang trainier berdiri, sambil meletakkan salah satu kakinya diatas meja yang agak pendek, lalu bertanya kembali, �Apakah saya duduk seperti ini juga takdir?�

�Iya�, jawab peserta sambil penasaran.

�Jadi apakah boleh saya bilang bahwa takdir itu sebuah pilihan? Ketika saya ingin menjadi seorang yang baik, maka saya memilih duduk sopan dengan bersila, dan ketika saya ingin menjadi orang yang nakal, maka saya duduk diatas meja, ketika saya memilih menjadi orang yang menjengkelkan, maka saya berdiri sambil mengangkat salah satu kaki saya diatas meja, sedang kalian duduk bersila dibawah?.� tanya sang trainer

�ya sih!� jawab peserta yang mulai paham maksud dari penjelasan trainer.

�Jadi takdir itu sesuatu hal yang sudah terjadi, ketika anda saat ini menjadi sholeh, karena anda memilih pilihan yang diberikan oleh Allah untuk menjadi seorang yang sholeh, dan sebaliknya ketika anda saat ini menjadi berandalan, karena anda yang memilih takdir menjadi berandalan, dan anda sudah diberikan pilihan dan petunjuk oleh Allah, jalan manakah yang akan membawa kita ke neraka, dan jalan manakah yang akan membawa kita ke surga. Dan saat ini kita sudah memilihnya�

�Begitu juga dengan kekayaan, Allah sudah memberikan pilihan melalui petunjuk-Nya, bagaimana jalan menuju kaya, dan jalan menuju kemiskinan. Tinggal pilihan mana jalan yang akan kita lalui.�

�Banyaklah berdoa kepada Allah, agar kita selalu diberikan petunjuk tuk selalu memilih jalan benar menurut-Nya.�

-----------------------------------

Sahabatku, mungkin sering tepintas dalam pikirian kita tentang peristiwa tersebut. Mungkin juga, ada perbedaan dalam memahami hakekat suatu takdir.

Akan tetapi yang jelas pastinya, kita tidak mengetahui bagaimana takdir kita besok (jangan percaya sama ramalan ya! Bisa-bisa syirik kita ^^).

Kita hanya berusaha dan optimis untuk menjadikan takdir kita menjadi takdir yang baik, karena Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubahnya sendiri.

Jadi, optimislah! Dan berusahalah untuk menjalani kehidupan ini dengan perbuatan dan amalan yang terbaik. Tentunya dengan mengharap ridho-Nya saja.

*****

Reff: Mario Quotes?

Tentang KRL

Dalam perjalanan pulang dengan kereta listrik jabodetabek terjadi percakapan antara anak dengan ayahnya, yang terjadi sambil menunggu kereta datang.

Anak : �Pa, kenapa sih di kereta ada tempat duduk prioritas?�

Ayah : �itu karena kita harus memberikan tempat duduk terlebih dahulu kepada orang-orang yang mempunyai kondisi kekurangan. Misalnya orang yang sedang sakit, ibu hamil dan ibu bawa anak, orang yang sudah tua.�


Anak : �kalau seperti itukan gak harus pake tempat duduk prioritas pa, di manapun kita berada harus kasih tempat duduk ke orang � orang seperti itu terlebih dahulu..�

Ayah : �Memang seharusnya seperti itu, tapi kenyataannya kesadaran masyarakat kita masih kurang...terutama karena mereka belum bisa mensyukuri nikmat sehat dan kekuatan yang diberikan Allah SWT kepada kita..�

Anak : �maksudnya?�

Ayah : �begini, sebenarnya kalau kita orang-orang yang beriman tentu akan berlomba-lomba untuk memberikan tempat duduk kita ke orang yang lebih membutuhkan itu..kenapa? karena setiap orang yang beriman tentu akan berusaha untuk beramal dan berbuat baik terhadap orang lain. Selain itu juga sebagai wujud syukur karena kita masih di pilih oleh Allah SWT karena kita masih di berikan kesehatan dan kekuatan untuk bisa beramal dan berbuat baik untuk orang lain...itu berarti kita ini orang pilihan...tapi sayangnya banyak yang tidak menyadarinya...sehingga seringkali kita justru iri terhadap orang yang kekurangan itu...misalnya enak banget tuh orang baru naik udah dapet duduk..padahal harusnya kita yang bersyukur karena masih di beri kesehatan sehingga bisa memberikan tempat duduk kita pada orang lain...coba kalau nikmat itu di cabut dan di kasih ke orang lain..�

Anak : �ooh gitu ya...�

Ayah : �iya, dan semakin kita bersyukur maka akan semakin banyak nikmat yang akan di berikan pada kita..selain itu sebagai orang muda kita memang harus sehat dan kuat..sekarang bagaimana kamu bisa melindungi adik kamu dan mama kamu?..kalau untuk berdiri saja kamu tidak mampu...bahkan lebih lemah dari orang tua, atau ibu hamil....bagaimana negeri ini bisa hebat kalau anak mudanya mentalnya lemah seperti itu....? karena seringkali justru pikiran kitalah yang membuat kita lemah...�

Anak : �iya sih pa...�

Sebuah percakapan yang banyak memberikan perenungan bagi saya, dan bagaimana menanamkan jiwa dan mental yang kuat serta kepedulian terhadap sekeliling atau lingkungan.





Memang seringkali kita merasa sebagai orang yang bersyukur dengan banyak melakukan ritual ibadah dan beramal secara materi, tapi dalam kehidupan sehari-hari kita masih enggan untuk berbagi. Enggan untuk memberikan sesuatu yang kita miliki justru pada orang yang membutuhkan. Padahal konsep berbagi dan beramal dalam agama adalah bagaimana kita bisa memberi terhadap yang membutuhkan. Bukan sekedar memberi apa yang ingn kita beri.

Dari percakapan di atas saya berfikir alangkah menyedihkannya kita karena ternyata kita tidak dapat melihat apa yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Karena prioritas dalam memberikan tempat duduk lebih di pahami sebagai tempat yang prioritas bukan siapa yang menjadi prioritas untuk mendapatkan duduk. Itu menandakan lemahnya kesadaran kita akan nilai-nilai moral dan akhlak yang baik. Itu juga yang menunjukkan mengapa bangsa yang besar ini tidak bisa menjadi besar, karena ternyata pemikiran kita masih kerdil. Kita masih menganggap diri kita lemah sehingga tidak mampu bersaing dengan kerasnya dunia ini. Kehidupan kita sehari-hari adalah cermin bagaimana kita bisa berbuat dan bertanggung jawab atas apa yang di berikan kepada kita. Baik itu kesehatan, materi, kekuatan, kekuasaan dan lain sebagainya.

Saya berpendapat bahwa saat kita bisa menolong orang lain, atau membantu orang lain baik itu dalam bentuk materi atau apapun itu, itu semata-mata bukan karena kemampuan kita. Tetapi karena kita di berikan kesempatan dan kepercayaan oleh yang Kuasa untuk menjadi perantara Nya dalam menyampaikan pemberian Nya ke orang lain. Semestinya kita bersyukur dan berbahagia karena bisa mendapatkan kepercayaan itu, bukan berbangga diri dan takabur, apalagi berfikir seolah-olah kalau bukan kita tidak akan ada yang bisa menolong orang tersebut.

Buat saya hidup ini bagaikan sebuah PUZZLE, di mana setiap potongan puzzle akan memiliki bentuk dan tempat yang berbeda sehingga bisa di susun sedemikian rupa untuk menjadi sebuah gambaran utuh, itulah kehidupan. Namun bagaimana bentuk dan posisi kita dalam puzzle itu, kita sendiri yang menentukan. Dan bagaimana kita mewujudkan rasa syukur kita dalam kehidupan kita sehari-hari adalah sebagai bentuk dan posisi kita dalam bingkai puzzle tersebut.

Semoga kita bisa mensyukuri nikmat yang di berikan kepada kita dalam kehidupan kita sehari-hari sebelum nikmat itu di cabut dan di berikan kepada orang lain.

Sumbernya dari sini

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Religion and Spirituality, renungan

Suatu saat, seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, �Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?�.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, �Betul, Dia yang menciptakan semuanya.�

�Tuhan menciptakan semuanya?� tanya Profesor sekali lagi.

�Ya, Pak, semuanya,� kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, �Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.�

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, �Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?�

�Tentu saja,� jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, �Profesor, apakah dingin itu ada?�

�Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?� tanya si Profesor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, �Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu � 43 derajat Celcius adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.�

Mahasiswa itu melanjutkan, �Profesor, apakah gelap itu ada?�

Profesor itu menjawab, �Tentu saja itu ada.�

Mahasiswa itu menjawab, �Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.�

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, �Profesor, apakah kejahatan itu ada?�

Dengan bimbang professor itu menjawab, �Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.�

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, �Sekali lagi Anda salah, Prof, kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.�

Profesor itu pun terdiam.

Dan, nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.?

Puasa Bisa Bikin Awet Muda

"Banyak orang berlomba-lomba datang ke salon kecantikan atau ke dokter bedah plastik demi terlihat memikat dan awet muda meski harus merogoh ongkos banyak karena tak ingin ada kerutan di wajah. Padahal muda dan tua adalah sunnatullah yang harus dialami."


7News - Sebenarnya bagi mereka yang ingin tetap awet muda, tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar jasa kecantikan atau untuk membeli produk kecantikan. Cukup dengan memanfaatkan bulan puasa. Apa bukti ilmiahnya?

Puasa akan mengurangi atau menghentikan sementara proses-proses fisiologis atau metabolisme didalam tubuh kita, khususnya di saluran pencernaan. Penghentian proses metabolisme itu membawa empat rangkaian proses yang berdampak besar pada kesehatan.

Bila seseorang bepuasa berarti ia, pertama membatasi jumlah makanan yang masuk dalam saluran pencernaan. Kedua ia juga telah menurunkan intensitas kerja sistem pencernaan.

Lalu ketiga, dengan turunnya intensitas kerja itu, turun pula keberadaan racun dari dalam tubuh, baik endotoksin (racun dari dalam tubuh sendiri) maupun eksotoksin (racun dari luar tubuh). Keempat, berkurangnya bahan yang harus dicerna juga akan membuat tubuh kita tidak memaksakan diri untuk mengeluarkan hormon dan enzim pencernaan secara besar-besaran.

Bayangkan sebaliknya bila Anda tidak berpuasa? Yang pasti semua makanan yang masuk dalam tubuh harus dicerna. Mau tidak mau, kita akan memaksa organ pencernaan kita bekerja lebih keras.

Sudah menjadi pemahaman umum di kalangan pakar, yang disebut awet muda pada dasarnya adalah proses penuaan dini yang dihambat. Di antara beberapa teori penuaan salah satu yang paling terkenal adalah teori radikal bebas yang muncul pada tahun 1950-an.

Teori itu berbunyi," kalau didalam tubuh kita banyak radikal bebas, maka radikal bebas itu secara seluler (bersifat sel) akan merusak dinding sel. Perusakan dinding sel itu akan mempercepat penuaaan.�

Puasa ternyata ampuh melindungi dinding sel. Dinding sel bisa dipertahankan karena radikal bebasnya tidak ada atau dikurangi karena puasa, maka orang menjadi awet muda�

Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa pada orang yang berpuasa, akan terjadi pengurangan MDA (melondealdehida) atau radikal bebas secara signifikan hingga 90%. Bersama dengan itu, puasa meningkatkan produksi antioksidan hingga 15%.

Jadi disatu sisi radikal bebas itu dipangkas, disisi lain musuh radikal bebas atau antioksidan ditingkatkan. Maka kita tak perlu heran lagi mengapa rajin berpuasa bisa bikin awet muda.


Kopassus Masih Diakui Dunia

Kemampuan para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) masih diakui prajurit-prajurit pasukan khusus di dunia. Prajurit Kopassus terus dipuji karena memiliki kemampuan individu (individual skill) yang mumpuni.
Hal itu dikatakan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen Doni Monardo saat silaturahmi dengan para pemimpin redaksi di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Seperti dilansir dari beritasatu.com.

"Individual skil prajurit Kopassus diakui dunia. Saya sudah bertemu pasukan-pasukan khusus di dunia, termasuk di Amerika Serikat, dan mereka memuji Kopassus," ujar Doni.

Dikatakan, negara-negara besar seperti AS mengakui kalau pasukan khusus mereka sudah sangat bergantung pada kecanggihan teknologi. Hal itu ternyata berdampak negatif ketika teknologi itu tidak berjalan dengan baik.

"Di sini terlihat betapa pentingnya individual skill prajurit. Peralatan yang canggih hanya penunjang, tapi yang penting adalah kemampuan individu," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Doni juga menyampaikan kalau dirinya ingin melakukan perubahan terhadap citra dan stigma prajurit Kopassus selama ini. Menurutnya, sampai saat ini stigma buruk masih melekat di prajurit Kopassus.

Doni mengatakan, masih ada prajurit yang tidak tertib, misalnya tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor. Selain itu, prajurit juga masih kerap membalas tatapan orang dengan raut wajah marah.

"Saya ingin mengubah citra Kopassus di mata masyarakat. Prajurit harus bisa tersenyum ketika ada anggota masyarakat yang melihat mereka. Ketika masyarakat membalas senyumanmu, balaslah dengan menyapa. Ketika rakyat membalas sapaan, balas lagi dengan salaman. Prajurit Kopassus harus dekat dengan rakyat," tuturnya.

Getaran Rindu Di Ujung Waktu

Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS. 16 : 1)..

Hari-Hari terakhir jadi terasa sedikit berat. Beberapa hal yang harus dikerjakan secara bersamaan datang tak terbendung. Masih sibuk di depan komputer, aku mencoba untuk menguatkan hati lewat nasyid-nasyid yang kuputar lewat media player di layar monitor yang masih setia menemaniku. Tapi kemudian aku tertegun sejenak, karena terdengar sebuah lagu yang begitu menggetarkan hatiku.


Di kedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci .
Tak perlu engkau menyangsikan.
Lewat keshalihanmu yang terukir menghiasi dirimu .
Tak perlu dengan kata-kata.
Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku .
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan
Kalau memang kau pilihkan aku.
Tunggu sampai aku datang nanti .
Kubawa kau pergi kesyurga abadi
Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu.
Nantikanku di batas waktu.


Teringat bahwa aku begitu lemah dan tak tahu arah. Lamunanku kembali terbangun dalam kenangan-kenangan dengan orang yang beberapa bulan terakhir ini menghiasi fikirku. Seseorang yang terlihat begitu sempurna di hatiku, meski tak pernah sekalipun aku melihat dirinya dalam dunia nyata.
Datangnya begitu tiba-tiba dan tak pernah kuduga. Dia datang dalam hari-hariku sebagai teman dunia maya. Hingga akhirnya kini dia menghilang, pergi seiring dengan berjalannya waktu.
Sebuah perkenalan yang diawali dengan niatan yang baik. Aku ingin menjadi sahabatnya, karena bagiku sebuah ikatan persaudaraan teramatlah penting. Tapi hatiku terlalu rapuh dan lemah, tak kuasa aku menjaga segumpal darah di dalam tubuh yang hina ini. Aku mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda, rasa yang mungkin juga pernah hadir dalam hatiku.

Malam-malamku kubangun dalam sujud yang kupenuhi dengan tangis. Ketakutanku akan hadirnya rasa itu begitu dalam. Aku mencoba menyerahkan segalanya padaNya yang menguasai setiap hati manusia. Aku meminta padaNya yang telah begitu menyayangiku yang begitu hina ini, kuminta agar hati ini dikuatkan dan agar hati ini tak lagi terjebak pada rasa yang semu. Karena aku takut rasa itu akan menjauhkanku dariNya.
Aku mencoba tabah, berbagai hal kulakukan demi menenangkan hati ini. Kubuka musyafku, kubaca surah Ar-Rahman yang begitu indah dan menjadi pengobat lukaku selama ini. Tapi kemudian aku kembali teringat kepadanya yang tak pernah kutahu siapa. Tak kuasa menahan air mata, kembali aku berpasrah padaNya karena aku benar-benar takut.

Dia benar-benar sosok yang sempurna di hatiku. Masih terbayang jelas bahwa dia selalu hadir dalam setiap masalah yang kuhadapi. Dia begitu sempurna bukan karena fisik ataupun kekayaannya. Tapi dia begitu terlihat sempurna karena dia selalu mencoba mendekatkan hatinya pada Rabb-nya. Orang yang semakin jarang kutemui dalam kehidupan yang ada di sekitarku.

Tapi aku kembali pada diriku. Aku terlalu lemah untuknya, terlalu hina jika disandingkan dengannya, karena aku bukanlah bidadari syurga, yang selalu sempurna dalam setiap hal. Aku tak seindah mereka yang selalu dapat menjaga agama dalam setiap hela nafas. Dan aku takut jatuh cinta.

Kemudian dia mulai pergi seiring berjalannya waktu. Aku mencoba untuk tabah dan ikhlas dalam menjalani ini semua, karena kutahu, Allah tidak akan menguji diri ini melebihi batas kemampuanku. Dan kutahu, Dia akan memberi yang terbaik untukku.

Aku kembali tersadar dari lamunan. Segera aku beristighfar, kemudian kulirik penunjuk waktu yang terdapat di pojokan monitor. Pukul dua dini hari, saatnya aku untuk mengistirahatkan diri. Tapi rasa hati ini menginginkan untuk berjumpa denganNya karena aku begitu merindukannNya. Dan, malam ini pun aku kembali larut dalam tangis ketakutanku, karena aku takut jatuh cinta.