Kisah Sultan Hamengku Buwono IX ditilang Polisi Royadin

kisah, kisah inspiratif, Kisah Sultan Hamengku Buwono IX
Kebiasaan Sultan Hamengku Buwono IX yang kerap menyetir seorang diri, membuahkan cerita mengharukan yang terjadi ketika Beliau ditilang seorang polisi berpangkat brigadir. Sultan mengaku salah, dan tanpa ragu si polisi yang bernama Royadin pun melaksanakan tugasnya. Tidak ada arogansi atau tawaran damai di tempat.

Menyambut fajar dengan kabut tipis, pukul setengah enam pagi pertengahan tahun 60an, polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di pertigaan depan Stasiun Poncol Semarang, di kawasan Simpang Lima dengan gagahnya.

Becak dan delman amat dominan masa itu, suasana pagi mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Tiba-tiba sebuah sedan hitam ber plat AB buatan tahun 1950an melaju pelan dari arah selatan dan membelok ke barat yang berlawanan dengan arus becak dan delman. Brigadir Royadin memandang dari kejauhan, sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah mobil yang amat jarang berlalu di jalanan berhenti dihadapannya.

"Selamat pagi, bisa ditunjukan rebuwes," kata Royadin.
Rebuwes adalah surat kendaraan saat itu.

Pengemudi mobil itu membuka kacanya. Royadin hampir pingsan melihat siapa orang yang mengemudikan mobil itu, dia mengenali Sri Sultan Hamengku Buwono IX!
"Ada apa pak polisi?" kata Sultan

Dirinya tak habis pikir, orang sebesar sultan Hamengku Buwono IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke Semarang yang jauhnya cukup lumayan, entah tujuannya kemana.

Sedetik Royadin gemetaran, tapi dia segera sadar. Semua pelanggaran harus ditindak.
"Bapak melanggar verboden," katanya tegas pada Sultan. Lalu Royadin mengajak Sultan melihat papan tanda verboden itu, namun Sultan menolak.

"Ya saya salah. Kamu yang pasti benar.
"Jadi bagaimana? tanya Sultan.

Pertanyaan sulit untuk Royadin. Di depannya berdiri sosok raja, pemimpin sekaligus pahlawan Republik. sedang dia hanya polisi muda berpangkat brigadir.

"Maaf, sinuwun terpaksa saya tilang," kata Royadin.

"Baik brigadir, kamu buat kan surat itu, nanti saya ikuti aturannya. Saya harus segera ke Tegal" jawab Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang.

Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang sekaligus heran adalah, tidak sepatah kata pun yang keluar dari Sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. Jangankan begitu, mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya. �Sungguh orang yang besar�!� gumamnya.

Surat tilang berpindah tangan, rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat.

Beberapa menit setelah Sinuwun berlalu, Royadin baru menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas, Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut, lalu kembali kerumah dengan sepeda abu-abu tuanya.

Saat apel pagi esok harinya, suara amarah meledak di Markas Polisi Semarang, nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor. Royadin langsung disemprot sang komandan.

"Royadin! Apa yang kamu perbuat?!
"Apa kamu tidak berpikir?
"Siapa yang kamu tangkap itu? Siapaaa?!
"Ngawur kamu! Kenapa kamu tidak lepaskan saja Sinuwun, apa kamu tidak tahu siapa Sinuwun?! teriak sang komisaris yang di tangannya rebuwes milik Sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.

"Siap pak! Beliau tidak bilang beliau itu siapa.
"Beliau mengaku salah, dan memang salah," jawab Brigadir Royadin.

"Ya tapi kan kamu mestinya mengerti siapa Beliau!!
"Jangan kaku! Kok malah kamu tilang!!
"Ngawur., kamu ngawur! Ini bisa panjang
"bisa sampai Menteri Kepolisian Negara!
komisaris nyerocos tanpa ampun. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

Usai mendapat marah, Brigadir Royadin bertugas seperti biasa, Kepala polisi Semarang berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun, masih di Tegal kah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu, mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar, keberadaan sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi Semarang mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.

Banyak teman-teman Brigadir Royadin yang mentertawakan dirinya, bahkan ada isu yang ia dengar kalau dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota Semarang. Dia pasrah, apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi, yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja. memang keras kepala kedengarannya.

Suatu sore, saat belum habis jam dinas, seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan kawasan Simpang Lima yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya ke ruang komisaris yang saat itu tengah menggenggam selembar surat.

�Royadin.. minggu depan kamu diminta pindah!� lemas tubuh Royadin.
Ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota Semarang setiap hari, sebab dimutasi karena ketegasan sikapnya.

�Siap pak!� Royadin menjawab datar.

�Bersama keluargamu semua, dibawa!� pernyataan komisaris mengejutkan, untuk apa bawa keluarga ke tepi Semarang, ini hanya merepotkan diri saja.

�Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah yang sekarang� Brigadir Royadin menawar.

�Ngawur�Kamu sanggup bersepeda Semarang-Jogja?
"pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana,
"pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!� Cetus pak komisaris, disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.

Ternyata surat itu dikirim dari jogya, Sultan meminta Brigadir Royadin dipindahkan ke jogya. Sultan terkesan atas tindakan tegas sang polisi.

Surat bertuliskan tangan itu berisi permintaan yang intinya :
"Mohon dipindahkan Brigadir Royadin ke Jogja, sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat" Ditandatangani Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Royadin bergetar. Sebuah permintaan luar biasa dari orang yang juga luar biasa. Namun dengan berbagai pertimbangan Royadin akhirnya memilih tetap berada di Semarang.

�Mohon bapak sampaikan ke sinuwun, saya sangat berterima kasih, saya tidak bisa pindah ke Jogja. Tolong sampaikan hormat saya pada beliau, dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya� Brigadir Royadin bergetar, ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan Hamengku Buwono IX, Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.

Sultan pun menghormati pilihan Royadin, dan Royadin tetap bertugas di Semarang.?

==========================

Data yang dihimpun TribunJogja:
Royadin lahir di Batang, 1 Desember 1926.
Bertugas sebagai polisi selama 21 thn 1 bln.
Pernah bertugas di Boyolali, Semarang dan pulang ke Batang sebagai Kapolsek Warungasem, Batang hingga pensiun dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu)

Pada 14 Februari 2007, dalam usia ke 81 tahun Royadin berpulang di rumahnya, di Gang Sriti RT 06/RW 06 No 53, Legoksari, Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, tak jauh dari ruas Jalan Gajahmada, jalan utama Kabupaten Batang. Lalu dimakamkan di pemakaman umum dekat rumahnya, berdampingan dengan makam istrinya yang meninggal dua tahun setelahnya. Anak-anaknya kini tersebar di Batang, Semarang, dan Purworejo.


Di mata anak-anaknya, Royadin adalah ayah yang sederhana. Hidupnya lurus tidak pernah berbuat macam-macam. Bahkan, saat masih susah dan hanya bisa makan nasi jagung pun ayahnya tetap bertanggungjawab.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia rela menggadaikan apapun. Bahkan saat itu untuk memenuhi kebutuhan rumah, ayahnya sempat menggadaikan sarung dan tidak jarang pakaian dinasnya di pegadaian.

Kisah ini pertama kali di angkat dalam artikel blogger Kompasiana, Aryadi Noersaid, yang dipostingkan 25 Juni 2011.

Saat Pak Aryadi Noersaid, (keponakan Pak Royadin) mendengar kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik dari keluarga dipekalongan, Dia tak memilki waktu cukup untuk menghantar kepergiannya. Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul. Ia pergi meninggalkan kesederhanaan perilaku dan prinsip kepada keturunannya. Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya, pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan dan kejujuran.

Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati. Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini.


Sumber:
merdeka.com jogjakini.wordpress.com tribunjogja.com?

************

Kisah di atas adalah hasil saduran dan kutipan dari berbagai tulisan baik media cetak maupun elektronik. Tulisan tersebut dimaksudkan untuk sharing motivasi, inspirasi, kisah hidup dan lain-lain.

Dibalik Pemberian

Dibalik Pemberian
Di Suatu desa ada seorang gadis mengontrak rumah bersebelahan dengan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak. Satu malam tiba-tiba mati lampu, dengan bantuan cahaya HP dia ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, ternyata anak miskin sebelah rumah.

Anak itu bertanya panik : "Kakak, kamu punya lilin ?"
Gadis itu berpikir : JANGAN PINJAMKAN nanti jadi satu kebiasaan, maka si gadis berteriak, "TIDAK ADA!!".
Saat itulah si anak miskin berkata riang: "Saya sudah duga kakak tidak punya lilin, Ini ada 2 lilin untuk kakak. Kami khawatir karena kakak tinggal sendiri dan tidak punya lilin."

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat. 

Sahabat, janganlah kita mudah BERPRASANGKA, dan BERBAGILAH. Karena kekayaan tidak tergantung berapa banyak kita PUNYA, tetapi berapa banyak KITA BISA MEMBERI.


***
Allah senantiasa akan memberikan yang terbaik
meskipun yang baik itu seringkali kita pandang buruk.
Allah sajalah yang mengetahui kebaikan dan
keburukan yang sejati sementara penglihatan,
penilaian, dan pengetahuan kita bersifat semu dan
terbatas (QS Al-Baqarah : 216).
(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para
jamaah bisa mengaminkannya)


Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Cara Mengobati Ambeien Secara Alami
Ambeien atau wasir merupakan jenis penyakit yang sangat mengganggu karena penderita mengalami kesulitan buang air besar. Bila kondisi sudah sangat parah, dokter menyarankan pasien menjalani operasi. Apakah itu solusi satu-satunya? Tidak! Ambeien bisa diobati dengan metode pengobatan alami. Jadi tidak semua harus di operasi, Berikut ini beragam cara mengobati ambeien secara alami yang jarang diketahui, Maka cobalah cara berikut ini dulu:

Makanan berserat

Berdasarkan catatan studi, makanan berserat memberi efek positif dalam meredakan gejala-gejala wasir dan pendarahan. Serat membuat aktifitas buang air besar menjadi lebih lancar serta mengurangi rasa nyeri dan tak nyaman. Banyak cara meningkatkan asupan serat seperti mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Makanan berserat tinggi mengurangi potensi gas dan perut kembung. Pastikan tubuh memperoleh asupan serat sebanyak 25-30 gram per hari. Guna memperoleh manfaat lebih, jangan lupa minum banyak air sehingga buang air besar semakin lancar.

Bioflavonoid

Mengonsumsi bioflavonoid termasuk cara mengobati ambeien secara alami. Bioflavonoid merupakan suatu senyawa tanaman yang terdapat di buah jeruk seperti lemon dan orange. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, bioflavonoid mampu menguatkan pembuluh darah dan kapiler serta mengurangi peradangan. Senyawa itu terbukti ampuh mengurangi pendarahan, nyeri dan rasa tak nyaman akibat ambeien.

Bioflavonoid juga tersedia dalam bentuk suplemen minum yang dipadu dengan 50 mg hesperidin dan 450 mg diosmin. Penderita ambeien akut disarankan mengonsumsi 4-6 tablet harian selama empat hari diikuti pemberian dosis rendah selama tiga hari. Dua tablet harian wajib diminum selama 2-3 bulan untuk mencegah pendarahan.

Krim dan salep

Cara mengobati ambeien secara alami yakni memakai krim dan obat salep yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti Zinc oxide, minyak kelapa dan petroleum jelly. Selain ketiga bahan diatas, olesi wasir memakai minyak vitamin E yang diperoleh dari kapsul. Krim atau obat salep yang terbuat dari tanaman herbal, yakni bunga calendula dan chamomile juga sangat berkhasiat mengatasi keluhan-keluhan ambeien.

Berendam air hangat

Luangkan waktu sekitar 20 menit sehari untuk berendam air hangat, terutama bagian bokong dan pinggul. Air hangat bantu mengurangi iritasi dan peradangan, jangan lupa tambahkan taburan garam untuk manfaat lebih. Hati-hati ketika akan mengeringkan bagian bokong, keringkan bagian tubuh secara perlahan.

Itulah empat cara mengobati ambeien secara alami. Bila ambeien terasa sakit dan sedikit membengkak, kompres dengan es batu selama beberapa menit. Jangan lupa meluangkan waktu berolahraga selama 20-30 menit sehari untuk bantu memperlancar fungsi usus, buang air besar menjadi lebih lancar dan tak terasa sakit.


Manfaat Buah Markisa Orange Untuk Kesehatan

Manfaat Buah Markisa Orange Untuk Kesehatan
Penampilan buah markisa sekilas mirip buah delima, namun bila diperhatikan secara seksama maka keduanya sangat berbeda. Markisa tumbuh subur di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatra dan Sulawesi. Tak hanya menawarkan rasa buah nan segar, markisa sering dibuat sirup.tidak disadari ternyata buah markisa menyimpan manfaat bagi tubuh yang tidak kit asadari diantaranya:

Kaya serat

Markisa terkenal sebagai buah kaya serat yang sangat baik untuk saluran usus atau pencernaan agar tetap bersih dan sehat. Bila ingin memenuhi kebutuhan serat harian, sertakan markisa ke daftar menu makan. Kandungan serat tertinggi berasal dari biji-bijian markisa yang memang boleh dikonsumsi. Buah ini sering digunakan sebagai obat pencahar alami nan ringan.

Kaya antioksidan

Warna daging buah orange dan warna kulit ungu menandakan markisa sebagai buah kaya antioksidan yang berfungsi mencegah pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh. Markisa mengandung antioksidan yang mudah larut dalam air dan lemak, salah satu jenis antioksidan yang paling banyak ditemui adalah beta-carotene.

Asma

Berdasarkan penelitian para ahli kesehatan, resiko serangan asma berkurang bila penderita asma rajin mengonsumsi markisa setiap hari. Selain mengandung vitamin C, kandungan buah markisa akan menghadang histamine yang menjadi penyebab gejala-gejala asma.

Efek relaksasi

Minum segelas jus markisa memberi efek relaksasi luar biasa, cocok bagi mereka yang ingin santai setelah sibuk bekerja seharian. Jus markisa menenangkan pikiran dan saraf agar terasa lebih santai. Usut punya usut, markisa cocok digunakan untuk mengatasi masalah lambung dan pencernaan. Inilah manfaat buah markisa untuk kesehatan.

Pengusir insomnia

Sulit tidur di malam hari? Mengonsumsi buah markisa jadi pilihan tepat. Buah ini mengandung efek mengantuk yang berpengaruh langsung ke sistem saraf, bantu menenangkan pikiran. Minum segelas jus buah markisa satu atau dua jam sebelum tidur agar efek mengantuk cepat terasa.

Sumber nutrisi

Beragam manfaat buah markisa untuk kesehatan karena kaya vitamin C yang bantu meningkatkan sistem imun serta vitamin A yang bantu meningkatkan kemampuan penglihatan, melawan infeksi, membuat kulit bersinar dan membantu pertumbuhan sel-sel sehat. Kandungan potassium yang bantu menjaga fungsi jantung, aliran dan tekanan darah. Senyawa lain yang terkandung adalah kalsium, magnesium, dan zat besi.

Itulah 6 manfaat buah markisa untuk kesehatan yang jarang diketahui masyarakat awam. Bila sulit mencari markisa segar, beli saja kemasan sirup yang dijual tanpa gula tambahan, mungkin harganya sedikit lebih mahal bila dibandingkan produk sirup sejenis.


Khasiat gandum Untuk Kesehatan

Khasiat gandum Untuk Kesehatan
Apakah anda pernah memakan roti gandum? Pasti banyak yang bilang pernah. Namun kebanyakan hanya mengkonsumsi roti yang dibuat dengan tepung terigu. Memang sih tepung terigu berasal dari gandum, tapi yang dimaksud roti gandum adalah roti yang dibuat dengan menggunakan gandum utuh yang digiling atau sering disebut whole wheat. Ada perbedaan rasa, aroma serta kandungan gizi dalam roti yang dibuat dengan tepung gandum dan tepung terigu. Rasa roti yang dibuat dengan gandum lebih gurih, aromanya segar, tidak menggunakan telur dan pengembang buatan. Teksturnya padat dan lembut serta membuat kita kenyang, hal ini karena tepung gandum mengandung banyak serat dibandingkan tepung terigu.

Gandum adalah sumber karbohidrat, sama halnya dengan nasi, sagu, singkong, ubi, talas dan lain-lainnya. Yang berbeda pada gandum dan beras adalah cara pengolahan dan kandungan gizinya. Seringkali orang yang menderita diabetes harus mencari sumber karbohidrat lain pengganti nasi yang tinggi glukosa. Gandum dapat menjadi salah satu pengganti nasi yang baik. Dalam 100 gram gandum terkandung 3,1 mg zat besi dan 36 mg kalsium dengan jumlah glukosa yang rendah.

Kandungan zat besi dan kalsium yang ada dalam gandum ternyata cukup bermanfaat bagi penyembuhan beberapa jenis penyakit seperti jantung koroner dan darah tinggi. Anda yang ingin menurunkan berat badan disarankan mengkonsumsi gandum. Rasa kenyang yang ditimbulkan oleh gandum umumnya bertahan dan membuat anda bisa menekan keinginan makan lebih lama. Gandum selain mengandung serat yang tinggi juga mengandung karbohidrat kompleks sehingga pencernaan berlangsung lebih lama dan efek kenyang juga menjadi lebih lama. Dengan ini serapan karbohidrat tidak berlebihan dan mengurangi resiko penumpukan lemak pada tubuh.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, kandungan serat pada gandum adalah sangat tinggi. Kandungan serat yang tinggi ini diyakini dapat mencegah serangan jantung. Serat dalam gandum berfungsi seperti penyerap kolesterol dan membuangnya dengan baik. Selain itu gandum juga mengandung senyawa fitokimia atau senyawa tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa ini juga dapat menekan resiko jantung koroner. Asam fitat dalam gandum juga dapat melindungi usus besar dari kemungkinan serangan kanker kolon. Gandum juga dipercaya memiliki antioksidan yang dapat mengikat ion radikal bebas sehingga tidak membahayakan tubuh manusia.

Oatmeal adalah hasil olahan dari gandum yang terbukti berkhasiat mencegah serangan jantung. Rasa oatmeal yang tawar terkadang tidak disukai oleh orang, terutama anak-anak. Bahkan dengan ditambahkan bahan-bahan yang manis dan enak seperti susu, buah, sirup dan lainnya, oatmeal tetap terasa kurang lezat dan mantap. Cara yang terbaik adalah dengan memasukkan oatmeal dalam masakan yang anda buat. Sebagai contoh adalah adonan pempek yang dicampur dengan oatmeal justru menjadi lebih lezat daripada sebelumnya. Selain dalam pempek, oatmeal juga dapat dicampurkan dalam bakso ikan, otak-otak dan tekwan. Pancake pun bisa dicampur oatmeal. Namun saat ini harga oatmeal sangat mahal dan tidak terjangakau kebanyakan orang dikarenakan Indonesia tidak bisa memproduksi gandum sendiri.


sumber : http://ridwanaz.com/kesehatan/mengenal-kandungan-dan-khasiat-gandum-untuk-kesehatan/

Belajar Cinta Pada Khadijah

islamic motivation, cinta islami, cinta, Khadijah RA

Sebaik baik wanita pada zamannya adalah Maryam putri Imran dan sebaik baik wanita dari umatnya adalah Khadijah. (HR. Bukhari Muslim)

Jika ada perempuan yang membuat Aisyah cemburu besar, maka ia adalah Khadijah. Jika ada perempuan yang mampu membuat Rasulullah mengingatnya sepanjang waktu, bahkan ketika Beliau dengan Istri Istrinya, maka Khadijah lah orangnya, dan dengan Khadijah lah Rasulullah Bermonigami.

Kisah Wanita Ummul- Mukminat Khadijah RA. Merupakan kisah yang penuh dengan Kemuliaan, kisah yang penuh dengan teladan. Tinta tinta sejarah telah mencatat keistimewaan yang dimilikinya. Ia meninggalkan teladan Indah untuk para Mukminah, bukan hanya berakhlakul Karimah tetapi bagaimana ia Beribadah, berkeluarga, dan bermuamalah.

Segala Keistimewaan yang dimilikinya menjadikan ia Perempuan beruntung sepanjang masa. Ia mendapatkan Cinta sejati dari kekasih ALLAH. Bahkan ia Wanita pertama yang mendapatkan berita masuk Syurga serta mendapatkan Ucapan Salam dari ALLAH Subhanahu Wa Ta' ala.

Akhlak Khadijah semestinya dijadikan gambaran bagaimana semestinya seorang istri bersikap kepada suaminya. Yang mampu memberikan Kebahagiaan kepada Keluarganya dan akhirnya terbentuklah keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah.

1. Menerima suami apa adanya
Inilah teladan pertama yang di ajarkannya sebagaimana yang tercatat dalam Sejarah. Khadijah merupakan Wanita kaya raya di Seantero Mekkah. Dengan harta dan kecantikan yang di milikinya banyak laki laki yang hendak meminangnya. Tetapi Khadijah lebih memilih Muhammad yang tidak mempunyai apa apa. Kemiskinan Muhammad tidak membuat Khadijah malu, Ia begitu Mencintai dan menerima Muhammad apa adanya. Bagi Khadijah harta bukanlah segalanya, namun Kebaikan dan Kesalihan Rasulullah lah yang menjadi pilihan utamanya.

2. Selalu ada ketika suami membutuhkan
Selama bersama Rasulullah, Khadijah selalu bersama dengan Beliau dalam suka dan duka. Bahkan ketika terjadi pemboikotan yang di lakukan oleh orang Quraisy, ia menjadi teman yang sangat setia. Tidak sedikitpun ia mengeluh atas semua yang terjadi pada keluarganya.

3. Penuh kasih sayang dan perhatian kepada suami
Inilah sesungguhnya yang diperlukan oleh para suami, termasuk Rasulullah Saw, Khadijah yang mempunyai cinta suci ini mampu mencurahkan perhatian, kepada Rasulullah Saw, sehingga beliau tidak pernah menyakiti Istri yang sangat di Cintainya itu.
Bahkan Rasulullah bersabda: "Khadijah beriman ketika orang orang Kafir kepadaku, dia membenarkan ku ketika orang orang mendustakan aku, dan dia membantu dengan hartanya ketika orang orang menghalangiku.

4. Berkata bijak dan menenangkan
Selalu mendukung setiap hal yang mengandung Kebenaran. Khadijah lah yang menenangkan Rasulullah ketika mendapat wahyu pertama kali. Rasulullah gemetar, beliau menemui Khadijah, lalu berkata: �Selimuti aku! Selimuti aku!� Khadijah pun menyelimuti beliau sampai hilang ketakutannya, barulah kemudian Rasulullah berkata kepada Khadijah dan menceritakan apa yang dialaminya.�Aku benar-benar mengkhawatirkan diriku,� demikian kata beliau kepada isterinya itu.

Maka Khadijah pun berkata: �Tidak, Allah tidak akan menghinakan engkau buat selama-lamanya. Sesungguhnya  engkau benar-benar senang menyambung silaturrahim, menanggung beban orang lain, memberi sesuatu kepada orang miskin, menjamu para tamu, dan memberi bantuan kala terjadi musibah-musibah yang benar-benar gawat.�

5. Mendidik anak dengan baik
Salah satu keistimewaan Khadijah di banding Istri Istri Rasulullah yang lain. Dari Khadijah Rasulullah mendapatkan keturunan.
Rasulullah bersabda: "ALLAH mengaruniai aku Anak darinya, ketika DIA tidak memberi ku anak dari Istri Istri ku yang lainnya.

6. Bergaul baik dengan suami
Keduanya paham dengan hak dan kewajiban masing masing sehingga tenanglah rumah tangga beliau.

7. Tawakal dan sabar
Inilah yang di lakukan Khadijah yang pada saat itu menjadi bulan bulanan hinaan masyarakat Quraizy. Tawakal dan Sabar telah memberikan energi positif pada keduanya, sehingga mampu menghadapi semuanya.

Sebagian sifat sifat di atas adalah sebagian kecil dari Kecemerlangan yang dimilikinya. Semoga dapat bermanfaat dan semoga kelak kita menjadi tetangga beliau di Syurga- NYA. "Aamiin."

*******
Artikel di atas adalah hasil saduran dan kutipan dari berbagai tulisan baik media cetak maupun elektronik. Tulisan tersebut dimaksudkan untuk sharing motivasi, inspirasi, kisah hidup dan lain-lain.
Enhanced by Zemanta

Kisah Uwais Al-Qorni

Kisah Uwais Al-Qorni
�Wali-Wali Allah tidak berkata: �ikuti saya� tapi berkata: �Ikuti Allah dan Rasul-Nya!� Siapa yang terbuka hatinya mengikuti mereka.
Wali-Wali Allah tersembunyi, bukan fisiknya tapi Maqom Spiritualnya
[tersembunyi] dari orang-orang yang buta matahatinya.
Banyak yang ingin mendekati Allah tapi menjauhi para wali-Nya.
Pemuka para wali adalah para Nabi dan Sahabat Rasulullah Saw.
Sultan para wali adalah Nabiyur-Rahmah Muhammad Saw.
yang melalui beliau mengalir ilmu-ilmu Hakikat Allah
dari �hati spiritual� ke �hati spiritual� para hamba-Nya yang mukhlisin.�
- Dikutip dari kata-kata mutiara Wiyoso Hadi -

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah ra, bahwa Rasulullah SAW (ShollaLlahu �Alayhi Wassalam) bersabda: �Sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi mencintai di antara makhluk-Nya orang-orang pilihan, (mereka) tersembunyi, taat, rambut mereka acak-acakan, wajah mereka berdebu dan perut mereka kelaparan. Jika meminta izin kepada pemimpin ditolak. Jika melamar wanita cantik tidak diterima. Jika mereka tak hadir tak ada yang kehilangan dan jika hadir tak ada yang merasa bahagia atas kehadirannya. Jika sakit tak ada yang mengunjunginya dan jika mati tak ada yang menyaksikan jenazahnya.�

Para sahabat bertanya: �Wahai Rasulullah, contohkan pada kami salahsatu dari mereka?� Beliau SAW menjawab: �Itulah �Uways al-Qarani.� Para sahabat bertanya kembali: �Seperti apakah �Uways al-Qarani?� Beliau SAW menjawab: �Matanya berwarna hitam kebiru-biruan, rambutnya pirang, pundaknya bidang, postur tubuhnya sedang, warna kulitnya mendekati warna tanah (coklat-kemerahan), janggutnya menyentuh dada (karena kepalanya sering tertunduk hingga janggutnya menyentuh dada), pandangannya tertuju pada tempat sujud, selalu meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri, menangisi (kelemahan) dirinya, bajunya compang-camping tak punya baju lain, memakai sarung dan selendang dari bulu domba, tidak dikenal di bumi namun dikenal oleh penduduk langit, jika bersumpah (berdo�a) atas nama Allah pasti akan dikabulkan. Sesungguhnya di bawah pundak kirinya terdapat belang putih. Sesungguhnya kelak di hari kiamat, diserukan pada sekelompok hamba, �Masukklah ke dalam surga!� Dan diserukan
kepada �Uways, �Berhenti, dan berikanlah syafa�at!� Maka Allah memberikan syafa�at sebanyak kabilah Rabi�ah dan Mudhar.�

�Wahai �Umar, wahai `Ali! Jika kalian berdua menemuinya, mintalah padanya agar memohonkan ampun bagi kalian berdua, niscaya Allah akan mengampuni kalian berdua.� Maka mereka berdua mencarinya selama sepuluh tahun tetapi tidak berhasil. Ketika di akhir tahun sebelum wafatnya, �Umar ra berdiri di gunung Abu Qubais, lalu berseru dengan suara lantang: �Wahai penduduk Yaman, adakah di antara kalian yang bernama �Uways?�

Bangkitlah seorang tua yang berjenggot panjang, lalu berkata: �Kami tidak tahu �Uways yang dimaksud. Kemenakanku ada yang bernama �Uways, tetapi ia jarang disebut-sebut, sedikit harta, dan seorang yang paling hina untuk kami ajukan ke hadapanmu. Sesungguhnya ia hanyalah penggembala unta-unta kami, dan orang yang sangat rendah (kedudukan sosialnya) di antara kami. Demi Allah tak ada orang yang lebih bodoh, lebih gila (lebih aneh/nyentrik), dan lebih miskin daripada dia.�

Maka, menangislah �Umar ra, lalu beliau berkata: �Hal itu (kemiskinan & kebodohan spiritual) ada padamu, bukan padanya. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: �Kelak akan masuk surga melalui syafa�atnya sebanyak kabilah Rabi`ah dan Mudhar.� Maka �Umar pun memalingkan pandangan matanya seakan-akan tidak membutuhkannya, dan berkata: Dimanakah kemenakanmu itu!? Apakah ia ada di tanah haram ini?� �Ya,� jawabnya. Beliau bertanya: �Dimanakah tempatnya?� Ia menjawab: �Di bukit �Arafat.� Kemudian berangkatlah �Umar dan �Ali ra dengan cepat menuju bukit �Arafat. Sampai di sana, mereka mendapatkannya dalam keadaan sedang shalat di dekat pohon dan unta yang digembalakannya di sekitarnya. Mereka mendekatinya, dan berkata: �Assalamu�alayka wa rahmatullah wa barakatuh.� �Uways mempercepat shalatnya dan menjawab salam mereka.

Mereka berdua bertanya: �Siapa engkau?� Ia menjawab: �Penggembala unta dan buruh suatu kaum.� Mereka berdua berkata: �Kami tidak bertanya kepadamu tentang gembala dan buruh, tetapi siapakah namamu?� Ia menjawab: � `Abdullah (hamba Allah).� Mereka berdua berkata: �Kami sudah tahu bahwa seluruh penduduk langit dan bumi adalah hamba Allah, tetapi siapakah nama yang diberikan oleh ibumu?� Ia menjawab: �Wahai kalian berdua, apakah yang kalian inginkan dariku?�

Mereka berdua menjawab: �Nabi SAW menyifatkan kepada kami seseorang yang bernama �Uways al-Qarani. Kami sudah mengetahui akan rambut yang pirang dan mata yang berwarna hitam kebiru-biruan. Beliau SAW memberitahukan kepada kami bahwa di bawah pundak kirinya terdapat belang putih. Tunjukkanlah pada kami, kalau itu memang ada padamu, maka kaulah orangnya. Maka ia menunjukkan kepada mereka berdua pundaknya yang ternyata terdapat belang putih itu. Mereka berdua melihatnya seraya berkata: �Kami bersaksi bahwasannya engkau adalah �Uways al-Qarani, mintakanlah ampunan untuk kami, semoga Allah mengampunimu.�

Ia menjawab: �Aku merasa tidak pantas untuk memohon ampun untuk anak cucu Adam (�alayhis-salam), tetapi di daratan dan lautan (di kapal yang sedang berlayar) ada segolongan laki-laki maupun wanita mu�min (beriman) dan muslim yang doanya diterima.� �Umar dan �Ali ra berkata: �Sudah pasti kamu yang paling pantas.�

�Uways berkata: �Wahai kalian berdua, Allah telah membuka (rahasia spiritual) dan memberitahukan keadaaan (kedudukan spiritual)ku kepada kalian berdua, siapakah kalian berdua?� Berkatalah `Ali ra: �Ini adalah �Umar �Amir al-Mu�minin, sedangkan aku adalah `Ali bin Abi Thalib.� Lalu �Uways bangkit dan berkata: �Kesejahteraan, rahmat dan keberkahan Allah bagimu wahai �Amir al-Mu�minin, dan kepadamu pula wahai putra �Abi Thalib, semoga Allah membalas jasa kalian berdua atas umat ini dengan kebaikan.� Lalu keduanya berkata: �Begitu juga engkau, semoga Allah membalas jasamu dengan kebaikan atas dirimu.�

Lalu �Umar ra berkata kepadanya: �Tetaplah di tempatmu hingga aku kembali dari kota Madina dan aku akan membawakan untukmu bekal dari pemberianku dan penutup tubuh dari pakaianku. Di sini tempat aku akan bertemu kembali denganmu.�

Ia berkata: �Tidak ada lagi pertemuan antara aku denganmu wahai �Amir al-Mu�minin. Aku tidak akan melihatmu setelah hari ini. Katakan apa yang harus aku perbuat dengan bekal dan baju darimu (jika engkau berikan kepadaku)? Bukankah kau melihat saya (sudah cukup) memakai dua lembar pakaian terbuat dari kulit domba? Kapan kau melihatku merusakkannya! Bukankah kau mengetahui bahwa aku mendapatkan bayaran sebanyak empat dirham dari hasil gembalaku? Kapankah kau melihatku menghabiskannya? Wahai �Amir al-Mu�minin, sesungguhnya dihadapanku dan dihadapanmu terdapat bukit terjal dan tidak ada yang bisa melewatinya kecuali setiap (pemilik) hati (bersih-tulus) yang memiliki rasa takut dan tawakal (hanya kepada Allah), maka takutlah (hanya kepada Allah) semoga Allah merahmatimu.�

Ketika �Umar ra mendengar semua itu, ia menghentakkan cambuknya di atas tanah. Kemudian ia menyeru dengan suara lantang: �Andai �Umar tak dilahirkan oleh ibunya! Andai ibuku mandul tak dapat hamil! Wahai siapa yang ingin mengambil tampuk kekhilafahan ini?� Kemudian �Uways berkata: �Wahai �Amir al-Mu�minin, ambillah arahmu lewat sini, hingga aku bisa mengambil arah yang lain.� Maka �Umar ra berjalan ke arah Madina, sedangkan �Uways menggiring unta-untanya dan mengembalikan kepada kaumnya. Lalu ia meninggalkan pekerjaan sebagai penggembala dan pergi ke Kufah dimana ia mengisi hidupnya dengan amal-ibadah hingga kembali menemui Allah.

Manfaat Mandi Dengan Air Dingin

Manfaat Mandi Dengan Air Dingin
Ulasan kali ini akan membahas tentang manfaat mandi air dingin untuk kesehatan tubuh kita. Ada banyak manfaat mandi air dingin yang bisa membuat kita sedikit terkejut apabila kita menyadari dan mengetahui lebih mendalam kegiatan mandi air dingin yang setiap hari kita lalukan.

Tapi banyak orang yang lebih menikmati mandi air panas dipagi hari atau disore hari menjelang aktifitas dan setelah aktifitas selesai semuanya. Setelah mengetahui manfaat mandi air dingin diharapkan agar kita bisa menerapkannya terus setiap kali mandi. Bagi mereka yang gemar mandi air hangat bisa saja berubah pikiran dan memulai kembali untuk mandi air dingin setelah benar-benar faham akan berbagai manfaat mandi air dingin.

Bangun tidur di pagi hari terasa sangat berat buat kita apalagi harus langsung mandi air dingin selama 5-10 menit terlebih-lebih mandinya pada saat sedang musim kemarau, lengkap sudah rasa malas untuk mandi air dingin. Semoga saja setelah kita mengetahui banyak manfaat mandi air dingin ini bisa menjadi motivasi besar bagi kita agar bisa dengan mudah untuk bangun pagi hari dan langsung mandi air dingin di rumah karena bagaimanapun juga mandi air dingin adalah salah satu bagian dari gaya hidup sehat.

Berikut manfaat mandi pagi hari dengan air dingin bagi kesehatan tubuh kita, diantaranya:

Memompa sistem peredaran darah
Akibat yang dihasilkan saat air dingin menyentuh permukaan kulit kita bisa membuat pembuluh darah di permukaan kulit bereaksi lalu mendorong aliran darah ke bagian-bagian tubuh dalam termasuk meningkatkan sirkulasi darah ke bagian vital. Kemudian aliran darah ini membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh serta kinerja jantung menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini bisa juga bermanfaat untuk membuat kulit menjadi sehat. Inilah manfaat mandi air dingin yang pertama.

Menyehatkan Rambut dan Kulit
Rambut dan kulit akan kering apabila kita mandi dengan air panas karena ketika air panas menyentuh kulit akan mengupas lapisan sebum pada kulit. Perlu kita tahu bahwa lapisan sebum ini berfungsi melindungi kulit dari kekeringan saat mandi yang disekresikan (dikeluarkan) oleh kelenjar pada kulit kita. Kulit kepala yang kering dan rambut rapuh serta ketombe bisa muncul apabila kita sering mandi air panas.

Hal ini juga bisa membuat pori-pori pada kulit terbuka dan besar kemungkinan karena kotoran dan debu di udara bisa membuat pori-pori menjadi tersumbat dan akhirnya timbullah jerawat. Semua akibat ini bisa dihindari oleh kebiasaan baik mandi air dingin.

Meningkatkan Kesuburan Pria
Manfaat mandi air dingin yang ketiga adalah bisa meningkatkan kesuburan pada pria karena seperti kita tahu bahwa testis adalah tempat diproduksinya sperma pada pria yang tidak tahan dengan suhu tubuh panas. Apabila kita membiasakan mandi air panas maka secara perlahan-lahan jumlah sperma dan tingkat keaktifan sperma akan terus menurun. Jadi hal ini akan mempengaruhi kesuburan seorang pria.

Jika anda seorang pria yang memiliki masalah pada jumlah sperma alangkah baiknya anda membiasakan diri untuk mandi air dingin. Hal inilah yang menjadikan manfaat mandi air dingin sangat penting bagi kesuburan seorang pria.

Hal di atas adalah semua manfaat mandi air dingin yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh kita. Semoga saja kita tetap berusaha untuk selalu mandi dengan air dingin setelah kita tahu manfaatnya yang cukup besar bagi kita apalagi bagi anda para pria yang ingin tetap menjaga kesuburannya.

Tapi ada kondisi mandi air dingin ini bisa berakibat negative bagi orang-orang yang sedang sakit karena penyakit tertentu dan untuk hal ini kita bisa menghindari mandi air dingin untuk sementara waktu. Namun apabila tubuh kita sehat dan bugar alangkah baiknya jika kita tetap terus berusaha untuk mandi air dingin karena manfaat mandi air dingin bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat.


Kekuatan 'Istighfar"

Cerita tentang "Istighfar" dan juga sebuah kisah dari kehidupan Imam Ahmad Bin Hanbal, seorang ulama Islam dan salah seorang teolog yang ternama dalam sejarah Islam. Imam Ahmad juga dianggap sebagai pendiri mazhab Hanbali dan dianggap sebagai salah satu teolog Sunni paling terkenal, sering disebut sebagai "Sheikh ul-Islam" atau "Imam Ahl al-Sunnah. "


Berikut salah satu kisah yang dialaminya...

Selama masa tuanya, suatu ketika Imam Ahmad bepergian dan ia berhenti disebuah kota. Setelah shalat, dia ingin tinggal untuk bermalam di halaman masjid karena ia tidak kenal dan tahu siapa pun di kota tersebut. Karena kerendahan hatinya, dia tidak memperkenalkan diri kepada siapapun, padahal jika ia melakukannya, maka ia akan disambut oleh banyak orang.

Merasa tidak mengenali Ahmad bin Hanbal, pengurus masjid menolak untuk membiarkan dia tinggal dan bermalam di masjid. Setelah beberapa lama, Imam Ahmad merasa bahwa ia tidak mungkin menginap di masjid tersebut. Maka keluarlah ia dari masjid dan tidak tahu harus menginap di mana malam itu. Dalam kebingungannya itu seorang tukang roti melihatnya dan karena merasa kasihan maka tukang roti tersebut menawarkan untuk bermalam di rumahnya dan menjadi tuan rumah bagi dia untuk beberapa malam.

Selama tinggal dengan tukang roti, Imam Ahmad mengamati bahwa tukang roti terus membaca dan me-lafaz-kan Istighfar (mencari pengampunan dari Allah) secara teratur. Dalam percakapannya dengan tukang roti tersebut Imam Ahmaed mengatakan bahwa jika amalan Istighfar yang dilakukan konstan tersebut akan efek pada dirinya, doa-doanya akan dikabulkan.

Tukang roti tersebut menanggapi dengan mengatakan pada Imam Ahmad bahwa Allah telah menerima semua doanya, semua permohonannya, kecuali satu.

Ketika Imam Ahmad bertanya apa doa yang belum dikabulkannya itu, tukang roti menjawab bahwa ia telah meminta Allah untuk dapat bertemu dengan seorang guru yang terkenal, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal.

Tentang hal ini, Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa Allah tidak hanya mendengarkan doa tukang roti tersebut, bahkan Allah telah membawa Imam Ahmad bin Hanbal ke depan pintu rumah tukang roti.

Subhanallah...

[Diringkas dari majalah Al Jumuah, vol 19, edisi 7]

Cerita ini menjadi pengingat kekuatan Istighfar yang dilakukan secara konsisten

Karomah Wali Akbar

Karomah Wali Akbar
Tahun 1974, Seorang Guru Sufi menunaikan ibadah haji ditemani 4 orang murid Beliau. Beliau berangkat dengan kloter 28 dari bandara Polonia Medan. Setelah menunaikan ibadah haji, tiba-tiba Beliau ingin pulang lebih cepat dengan kloter 1. Beliau mengatakan kepada muridnya, �Saya mendapat firasat kalau kloter-1 akan mengalami kecelakaan, dengan saya berada disana mudah-mudahan bencana itu bisa terhindari�.

Murid Beliau bingung, bagaimana cara mengubah jadwal keberangkatan. Guru Sufi berkata, �Cari taksi, kita berangkat ke Jeddah sekarang�. Salah seorang murid sekaligus menantu Beliau keluar mencari taksi, setelah sekian lama menunggu tidak satu taksi pun nampak. Kemudian dia masuk ke rumah dan melapor kepada Guru Sufi bahwa tidak satupun taksi ada diluar, benar-benar sepi. Guru Sufi berkata, �Keluar lagi, nanti taksi nya ada�.

Benar, tidak lama berdiri dipinggir jalan, maka lewat taksi dan murid Guru Sufi memberhentikan taksi tersebut. Kepada sopir Taxi Beliau mengatakan ingin ke Jeddah. Sopir taksi terdiam sejenak dan berkata,

�Memangnya siapa yang ingin ke Jeddah?�

�Mertua saya!� Jawab murid

Sopir taksi setuju dan kemudian murid Guru Sufi masuk kedalam melaporkan bahwa taksi sudah ada. Kemudian Guru Sufi dan murid Beliau masuk ke dalam taksi. Murid yang tadi memesan taksi heran, sopir taksi yang sebelumnya banyak bicara sekarang diam seribu bahasa tanpa mengucapkan sepatah katapun sepanjang perjalanan sampai mereka di Jeddah.

Sesampai di Jeddah kemudian Guru Sufi meminta muridnya untuk mengurus perpindahan keberangkatan dari kloter 28 ke kloter 1 yang hari itu langsung berangkat. Setelah selesai murid melaporkan kepada Guru Sufi bahwa mereka bisa berangkat hari ini. Kemudian ada permintaan dari Guru Sufi yang membuat murid Beliau sulit sekali memenuhinya yaitu Beliau tidak ingin turun dari taksi tapi langsung dengan taksi ke pesawat terbang, hal yang mustahil dilakukan di negeri orang.

Dalam keadaan bingung murid menceritakan kepada sopir taksi yang sudah turun dari taksi tentang keinginan penumpang untuk diantar langsung ke pesawat tanpa melalui pemeriksaan lewat ruang tunguu seperti penumpang pada umumnya. Sopir taksi berkata kepada murid Guru Sufi:

�Kamu bohong, tadi kamu bilang penumpang yang akan saya antar mertua kamu, kamu tahu Beliau siapa? Beliau itu Wali Akbar, saya bisa merasakan getaran dahsyat dari Beliau�

Murid Guru Sufi menjelaskan, �Beliau benar mertua saya karena anak kandung Beliau nikah dengan saya�.

Sopir Taksi : �Saya sebenarnya bukan sopir taksi, taksi ini milik adik saya yang kebetulan lagi kurang sehat, saya hanya jalan-jalan keliling sampai tadi jumpa kamu�

Kebetulan sopir taksi tersebut adalah salah seorang anggota keluarga kerajaan Saudi dan dia mengurus ke bandara agar taksinya bisa masuk sampai ke tangga pesawat.

Singkat cerita, setelah selesai mengurus semua dan mengantar Guru Sufi sampai ke tangga pesawat, Guru Sufi memberikan uang sebagai ongkos taksi. Sopir taksi itu menolak pemberian Guru Sufi, �Tuan Syekh, saya tidak mau menerima uang dari tuan, saya mengantar tuan dengan ikhlas, kalau tuan berkenan, berikanlah kepada saya kunci Uang�.

Guru Sufi kemudian mengambil uang koin dari saku dan Beliau doakan, kemudian uang koin tersebut diberikan kepada sopir. Guru Sufi juga memberikan roti untuk sopir taksi, dan roti tersebut tidak di makan tapi dibawa pulang untuk diberikan kepada keluarganya sebagai keberkahan, roti dari sang Guru Sufi, sosok yang diyakininya sebagai Wali Akbar yang doanya sudah pasti makbul

Kisah yang saya ceritakan ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa sulit mengenal Wali kecuali orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Guru Sufi yang disebut sebagai Wali Akbar oleh sopir taksi di Arab Saudi tersebut tidak lain adalah Maulana Saidi Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin al-Khalidi yang akrab dipanggil oleh murid-murid Beliau sebagai Ayah Guru, sebutan yang akrab di telinga orang-orang Indonesia, Negeri tempat Beliau lahir, tinggal dan berdakwah. Beliau wafat tanggal 9 Mei 2001 dan dimakamkan di daerah Arco, Jawa Barat.

Cerita ini saya dapat ketika berziarah ke Makam Beliau tanggal 20 Juni dan diceritakan oleh salah seorang anak kandung Beliau, Bang Iper (Muhammad al-Faruqi) dalam acara ramah tamah di rumah Ayahanda Guru disamping makam Beliau.


sumber:http://sufimuda.net/

Kisah Soichiro Honda, Sukses Setelah Gagal Berulang Kali

biografi, Kisah Sukses, kisah inspiratif, soichiro honda

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan bermimpi.

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik itu mobil maupun motor. Merk kendaraan ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga dijuluki �raja jalanan�.

Namun, pernahkah Anda tahu, jika sang pendiri �kerajaan� Honda � Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI.

Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

�Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,� tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap penyakit lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin �warisan� dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya untuk menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, dan juga tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja di Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.

Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?

Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

�Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya, � ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah, melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Piston Honda diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Namun malang, niatnya itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang, setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pistonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, �sepeda motor� cikal bakal lahirnya mobil Honda itu diminati oleh para tetangga.

Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi �raja� jalanan dunia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilannya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. �Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya�, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpi kan lah mimpi baru.

******
Kisah  Soichiro Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.

Artikel di atas adalah hasil saduran dan kutipan dari berbagai tulisan baik media cetak maupun elektronik. Tulisan tersebut dimaksudkan untuk sharing motivasi, inspirasi, kisah hidup dan lain-lain.

Pilihan Aliya

Sembilan tahun lalu, saya berdansa bersama putri saya yang baru lahir di ruang tamu saya di North Carolina mengikuti music Free to Be� You and Me, sebuah lagu anak klasik tahun 70-an yang lirik penuh pesan toleransi dan kesetaraan jendernya saya hapal betul karena tumbuh besar di California.

Suami saya yang kelahiran Libya, Ismail, duduk bersamanya selama berjam-jam di teras berkawat nyamuk kami, mengayunnya di atas sebuah ayunan besi berkeriat-keriut dan menyanyikannya lagu-lagu rakyat Arab, lalu membawanya ke seorang syekh Muslim yang membacakan doa panjang umur ke telinga kecilnya yang lembut.


Ia memiliki mata gelap dan bulu mata hitam seperti ayahnya, dan kulit coklatnya cepat sekali menjadi semakin gelap di bawah terik matahari musim panas. Kami menamainya Aliya, yang bermakna �dimuliakan� dalam bahasa Arab, dan sepakat akan membiarkannya memilih yang paling cocok di antara latar belakang kami yang sangat berbeda.

Diam-diam saya berpuas diri atas kesepakatan ini � yakin putri saya akan cenderung mengikuti gaya hidup Amerika saya yang nyaman dibandingkan asuhan ayahnya yang sederhana. Orangtua Ismail tinggal di sebuah batu kecil di gang-gang tanah berliku di luar Tripoli, Libya. Tembok-temboknya kosong, hanya berhiaskan ayat Qur�an yang dipahat ke kayu; lantainya kosong, hanya ada alas duduk tipis yang juga digunakan sebagai alas tidur.

Orangtua saya tinggal di sebuah rumah megah di Santa Fe, New Mexico, lengkap dengan garasi berkapasitas tiga mobil, televisi layar datar dengan ratusan saluran, makanan organik di kulkas, dan selemari penuh mainan untuk para cucu.





Saya membayangkan Aliya akan berbelanja ke Whole Foods dan mempersiapkan tumpukan hadiah di bawah pohon Natal, sambil tetap menikmati melodi Arab, baklava berlumur madu buatan tangan Ismail, dan tato henna rumit yang digambarkan tantenya di kaki saat kami mengunjungi Libya. Tidak sekalipun saya pernah membayangkan ia jatuh hati pada penutup kepala yang dikenakan para gadis Muslim sebagai ekspresi kesantunan.

Musim panas lalu, kami sedang merayakan berakhirnya Ramadhan bersama komunitas Muslim di sebuah festival yang diadakan di tempat parkir mobil masjid setempat. Anak-anak melompat-lompat di dalam rumah balon, sementara para orangtua duduk di bawah lindungan terpal, sambil mengusir lalat dari berpiring-piring ayam kari, nasi, dan baklava.

Saya dan Aliya berjalan-jalan melewati berbagai penjual sajadah, tato henna, dan busana Muslim. Saat mencapai sebuah meja yang memajang penutup kepala, Aliya berbalik ke arah saya dan memohon, �Bu, saya boleh beli satu ya?� Ia memilih-milih di antara tumpukan kerudung yang terlipat rapi sementara penjualnya, seorang wanita Afrika-Amerika berbalut busana hitam, berseri-seri memandang Aliya.

Baru-baru ini saya melihat Aliya melemparkan tatapan kagum pada gadis-gadis Muslim seusianya. Diam-diam saya mengasihani mereka, yang terbungkus rok yang menyapu lantai dan lengan panjang, bahkan pada hari-hari terpanas. Kenangan masa kecil terbaik saya adalah saat berjemur di bawah matahari: merasakan rerumputan di antara jemari saat berlarian di bawah siraman air di halaman depan; mencelupkan kaki di sungai yang dingin di Idaho, celana pendek tergulung hingga paha, untuk menangkap ikan forel pelangi pertama saya; berselancar di atas ombak hijau di tepi pantai Hawaii. Namun Aliya justru iri pada gadis-gadis ini dan sudah meminta saya membelikannya pakaian seperti mereka. Dan kini, ia meminta selembar kerudung.

Sebelumnya, saya akan beralasan sulit mencari kerudung, tetapi kini ia mengatakan akan membelanjakan uang saku $10-nya untuk membeli selembar kain rayon hijau tua yang ia genggam. Saya sudah mulai menggelengkan kepala, tetapi kemudian menghentikan diri dan mengingat komitmen saya pada Ismail. Jadi saya menahan diri dan membelinya, seraya berpikir ia akan segera melupakan kain tersebut.

Siang itu, saat saya akan berangkat ke supermarket, Aliya berseru dari dalam kamar mengatakan bahwa ia ingin ikut.

Beberapa saat kemudian ia muncul di puncak tangga � atau, lebih tepatnya, setengah dirinya muncul di puncak tangga. Dari pinggang ke bawah, ia adalah putri saya: sepatu kets, kaus kaki terang, celana jins yang agak belel di bagian lutut. Namun dari pinggang ke atas, ia adalah orang asing.

Wajah bulat cerahnya muncul di antara kain gelap seperti bulan di langit tanpa bintang.

�Kamu mau pakai itu?�

�Iya,� sahutnya perlahan, dengan nada yang mulai ia gunakan terhadap saya belakangan ini.

Dalam perjalanan ke supermarket, saya mencuri pandang ke arahnya melalui spion tengah. Ia memandang ke luar jendela, tampak sibuk dengan pikirannya sendiri dan tidak peduli dengan sekitarnya, seakan ia adalah seorang pembesar Muslim yang sedang mengunjungi kota kecil kami di bagian Selatan � saya hanyalah supirnya.

Saya menggigit bibir. Saya ingin memintanya melepaskan penutup kepalanya sebelum keluar dari mobil, tetapi tidak bisa menemukan satupun alasan mengapa, kecuali bahwa kain tersebut membuat tekanan darah saya naik. Saya selalu mendorongnya untuk mengekspresikan individualitasnya dan bertahan dari tekanan pergaulan, tetapi kini saya merasa sama minder dan sesaknya seakan sayalah yang mengenakan kerudung tersebut.

Di tempat parkir supermarket, udara musim panas yang pekat menyergap kulit saya. Saya mengekor kuda rambut lembab saya, tetapi Aliya tampak tidak sadar akan panasnya. Kami pasti terlihat seperti aneh berdua: wanita tinggi berambut pirang dalam balutan baju kutung dan jins menggenggam tangan seorang Muslim setinggi 1,2 m. Saya menarik putri saya mendekat dan kulit di lengan telanjang saya merinding � baik karena rasa protektif juga hantaman utara berpendingin saat memasuki toko.

Saat kami membawa troli menjelajah lorong-lorong tempat belanja, pengunjung lain menatap kami seakan kami adalah teka-teki yang tidak bisa mereka pecahkan, dan buru-buru memalingkan muka saat saya menangkap tatapan mereka.

Di lorong bahan makanan, seorang wanita yang sedang meraih sebuah apel memberi saya senyum khawatir yang terlalu riang, yang bermakna: �Saya menerima perbedaan dan tidak bermasalah dengan anak Anda.� Ia terlihat sangat bersungguh-sungguh, begitu berhasrat membuat saya merasa nyaman, hingga tiba-tiba saya memahami bagaimana rasanya memiliki anak dengan difabilitas yang jelas, dan semua rasa penasaran atau simpati orang asing yang tidak diinginkan yang timbul karenanya.

Di kasir, seorang wanita Selatan paruh baya menyatukan kedua tangan kurusnya dan membungkuk perlahan ke arah Aliya.

�Wah, wah,� gumamnya sambil menggelengkan kepala penuh ketidakpercayaan. �Kamu terlihat sangat manis!� Putri saya tersenyum sopan, kemudian berbalik ke arah saya untuk meminta sebungkus permen karet.

Pada hari-hari selanjutnya, Aliya mengenakan kerudungnya untuk sarapan sambil masih mengenakan piyama, untuk pergi ke acara kumpul-kumpul Muslim di mana ia dibanjiri pujian, dan untuk ke taman, tempat para ibu berbincang dengan saya penuh kehati-hatian, berusaha tidak membicarakan kerudungnya.

Belakangan di pekan yang sama, di kolam renang setempat, saya memperhatikan seorang anak perempuan yang sedikit lebih tua daripada Aliya bermain tenis meja dengan seorang anak lelaki seusia. Ia sedang berada dalam masa canggung antara masa kanak-kanak dan remaja � pinggul kecil, kaki kurus, payudara yang tumbuh samar � dan ia mengenakan bikini tali.

Lawannya mengenakan kaus dan celana pendek kebesaran yang jatuh di bawah lututnya. Saat si anak lelaki memukul bola, si anak perempuan mengejarnya sambil berusaha, dengan satu tangan, menjaga tali licin spandeksnya agar tidak melorot. Saya ingin menawarkan handuk untuk membungkus bagian bawah tubuhnya agar ia bisa berkonsentrasi dalam permainan dan merasakan kesenangan membuat pukulan yang sempurna.

Mudah saja mengetahui mengapa ia bisa dihabisi dalam permainan ini: tubuhnya yang hampir telanjang menguasai fokusnya. Dan pada ekspresi kerepotannya saya mengenali campuran akrab rasa malu dan semangat yang saya rasakan saat pertama kali mengenakan bikini.

Pada usia 14 tahun, saya berjalan di lorong-lorong sekolah menengah seperti tupai dalam lalu lintas: menempel ke dinding, mengubah arah tiba-tiba, mencari perlindungan. Kemudian saya pergi ke Los Angeles untuk mengunjungi Tante Mary pada libur musim dingin. Mary mengoleksi putri duyung, menyimpan foto hitam putih guru India-nya yang berambut panjang, dan berbelanja di toko makanan sehat kecil yang beraroma nilam dan selai kacang. Ia mengajak saya ke Pantai Venice, di mana saya membeli bikini murah dari penjual jalanan.

Dipenuhi semangat menyambut siang yang cerah, saya kira saya bisa jadi orang lain � dengan tubuh mengkilap dan bangga seperti binaragawan di kebun, santai dan tidak acuh seperti para hippy yang bersantai di jalan setapak dengan dupa menyala terselip di belakang telinga. Di kamar mandi tepi pantai berlantai semen berpasir, saya berganti mengenakan pakaian renang baru.

Saya merasa seluruh tubuh saya merinding; saya merasa tidak berdaya dan tidak terlindungi seperti seekor kura-kura yang dikeluarkan dari cangkangnya. Dan saat meninggalkan kamar mandi, pandangan para pria terasa menahan saya di satu titik.

Terlepas dari rasa aneh dan malu yang semakin besar, saya terpaku pada cengiran mereka; saya merasa menemukan kunci penting misteri diri dalam ekspresi mereka. Apa yang dilihat para pria ini pada saya? Kekuatan aneh apa ini yang ada antara kami, yang dengan cepat membuat saya merasa bekuasa satu detik dan begitu rapuh di detik berikutnya?

Saya membayangkan Aliya dalam balutan bikini tali beberapa tahun lagi. Kemudian saya membayangkannya dalam balutan busana Muslim. Sulit mengatakan mana yang lebih tidak mengenakkan. Kemudian saya memikirkan sesuatu yang pernah dikatakan seorang teman Muslim Sufi: Sufi meyakini bahwa inti diri kita memancar keluar tubuh fisik kita � bahwa kita memiliki semacam kulit kedua yang energik, yang sensitif dan dapat menyerap orang-orang yang kita temui. Pria dan wanita Muslim mengenakan busana santun, ujarnya, untuk melindungi ruang bertenaga antara mereka dan dunia ini.

Tumbuh besar di California Selatan pada tahun 70-an, saya belajar bahwa kebebasan bagi wanita artinya, antara lain, lebih sedikit bahan, dan bahwa wanita bisa jadi apapun � dan masih terlihat bagus dalam balutan bikini. Menjelajahi kebebasan fisik adalah bagian penting dalam penemuan jati diri saya, tetapi memiliki nilai tersendiri.

Sejak hari itu di Pantai Venice, saya menghabiskan bertahun-tahun belajar berenang dalam pusaran daya tarik: menginginkan rasa diidamkan, menolak pendekatan yang tidak diinginkan, menggali kedalaman misterius kerinduan saya sendiri. Saya menghabiskan berjam-jam memperhatikan pantulan diri sendiri di cermin � mengaguminya, membencinya, mengira-ngira apa yang orang lain pikirkan tentangnya � dan terkadang saya berpikir jika saja saya melakukan pengamatan menyeluruh yang sama terhadap subyek lain, saya bisa tercerahkan, menulis novel, atau setidaknya mengetahui cara membuat kebun sayur organik.

Pada suatu Sabtu pagi baru-baru ini, di dalam sebuah ruang ganti pusat perbelanjaan yang penuh sesak, saya mencoba jins buatan desainer bersama mahasiswi bersepatu hak tinggi runcing, ibu-ibu muda dengan bayi yang rewel, wanita paruh baya dengan bibir mengkilap yang mengerucut. Satu demi satu kami memasuki ruang ganti, kemudian berbaris untuk mendapat giliran berdiri di atas alas, dikelilingi cermin, menekuk pinggul dan menahan perut serta menjulurkan leher untuk memandangi bokong kita.

Saat giliran saya tiba, hati saya merasa berat. Wajah saya terlihat pucat di bawah cahaya lampu, dan tiba-tiba saya merasa kelelahan atas tahun-tahun yang saya habiskan mengejar setitik perbaikan diri, sambil membawa-bawa kritik tajam pada diri sendiri.

Saat ini, Aliya memiliki ketertarikan mendalam terhadap dunia di sekitarnya, bukan pada apa yang dilihatnya di cermin. Musim panas lalu ia berdiri di tepi Blue Ridge Parkway, memandang ke garis biru hitam pegunungan di kejauhan dengan puncak digayuti awan kapas, dan terkesiap. �Ini adalah hal terindah yang pernah saya lihat,� bisiknya. Matanya yang terbuka lebar adalah cerminan keindahan di hadapannya, dan ia berdiri begitu diam hingga terlihat bersatu dengan lansekap nan luas, hingga akhirnya kami memecahkan lamunannya dengan menariknya kembali ke mobil.

Lain lagi di sekolah. Di kelas empat, anak-anak perempuan seusianya telah menghubungkan busana dengan popularitas. Beberapa pekan lalu, dengan penuh kemarahan ia bercerita tentang seorang teman sekelasnya yang mengukur semua anak perempuan di kelas berdasarkan betapa bergayanya mereka.

Saat itu saya paham bahwa meski paparan fisik telah memerdekakan saya dalam beberapa hal, Aliya bisa saja menemukan jenis kebebasan yang sama sekali berbeda dengan memilih menutupi tubuhnya.

Saya tidak tahu berapa lama ketertarikan Aliya pada busana Muslim akan bertahan. Jika ia memilih untuk memeluk Islam, saya yakin keyakinannya akan mengajarinya toleransi, kerendahan hati, dan rasa keadilan � sebagaimana yang agama tersebut ajarkan pada ayahnya. Dan karena saya memiliki hasrat kuat untuk melindunginya, saya juga akan mengkhawatirkan kalau-kalau pilihannya membuat hidupnya sulit di negaranya sendiri. Baru-baru ini ia menghapal fatihah, ayat pembukaan di Qur�an, dan ia menekan ayahnya untuk mengajarinya bahasa Arab. Ia juga menjelma menjadi pesepeda gunung yang gesit yang bersepeda bersama saya di jalur-jalur hutan, dengan lumpur memenuhi betisnya saat bersepeda melintasi anak sungai besar.

Sebelumnya saat saya mengantarnya ke sekolah, bukannya buru-buru pergi seperti biasanya, saya memperhatikannya berjalan di antara kerumunan anak-anak, punggung membungkuk karena berat ranselnya membuatnya terlihat sedang menerjang badai. Ia bergerak penuh kepastian, dalam kesendiriannya, sangat berbeda dengan saya saat seusianya, dan sekali lagi saya menyadari betapa misteriusnya ia bagi saya.

Bukan hanya penutup kepalanya yang membuatnya misterius: tetapi juga ketidakpeduliannya akan pendapat orang tentangnya. Juga ketika saya menemukan tumpukan permen Halloween yang tidak tersentuh di lacinya, padahal saat kecil saya terobsesi pada permen. Juga kenyataan bahwa ia lebih memilih menyelam ke dalam sebuah buku daripada ke laut; bahwa ia begitu terpikat pada bacaannya hingga tidak bisa mendengar saya memanggil dari kamar sebelah.

Saya melihatnya berlutut di pintu masuk sekolahnya dan menarik selembar kain yang terlipat rapi dari kantung depan tasnya, sementara anak-anak lain memasukkan permen karet atau pengilap bibir. Kemudian ia memasang kain tersebut di kepalanya, dan pundaknya tersembunyi di balik kain seperti jubah yang digunakan adiknya saat berpura-pura menjadi pahlawan super.

Saya membayangkan kerudung itu memiliki kekuatan ajab untuk melindungi imajinasinya yang tanpa batas, persepsinya yang tajam, dan kebaikannya yang tanpa batas. Saya membayangkan kerudung itu membentenginya dalam perjalanan melintasi rumah kaca tempat di mana banyak wanita muda terperangkap dalam keremajaan, menjaganya dari ketidakpuasan, tidak peduli sebanyak apapun pilihan yang kita punya, memberinya perlindungan saat ia menggapai masa depan yang tidak saya ketahui.

-----------------------------------------------------------
Penulis Amerika penerima penghargaan Krista Bremer menikah dengan seorang Muslim kelahiran Libya. Esai pribadi yang ditulis secara tajam berasal dari hatinya dan disampaikan dengan pemikiran terbuka yang cerdas dalam gaya santai yang memerangkap pembaca di seluruh dunia. Cuplikan kehidupan bikulturnya juga membuatnya memiliki penggemar di kalangan Muslim yang memahami cobaan dan kebahagiaan yang Krista, simbol wanita urban � percaya diri, sukses, toleran, kuat, dan cerdas � hadapi dalam kesehariannya bersinggungan dengan Islam dan kehidupan modern. Ia penerima penghargaan Pushcart Prize 2008 dan Rona Jaffe Foundation Writers� Award 2009, seorang rekan penerbit di majalah sastra The Sun, dan sedang menulis memoir pernikahan bikulturnya.

Artikel ini pertama kali terbit di majalah Aquila Style edisi September/Oktober 2011



Cinta Sejatiku

Cinta SejatikuOrang yang mencintaimu dengan tulus itu,
Bukanlah orang yang sekedar tau apa yang kamu suka dan kamu benci,Tapi dia adalah orang yang mengerti apa yang terbaik buat kamu.

Bukan orang yang sengaja perhatian sama kamu,
Tapi orang yang selalu mengerti keadaanmu...


Bukan orang yang ingin memiliki kamu,
Tapi orang yang rela kehilangan kamu demi kebahagianmu.

Bukan orang yang hanya ingin menyentuhmu,
Tapi orang yang ingin memuliakanmu.

Dan dia bukanlah orang yang suka dengan keindahan yang ada pada dirimu,
Tapi orang yang mau menerima kamu dengan apa adanya, agar menjadi lebih indah.

Yang mencintai kamu bukanlah dia yang selalu berkata mesra dihadapanmu.
Bukan dia yang selalu mengatakan seberapa besar dia mencinta kamu...

Tapi...
Yang mencintai kamu adalah dia yang selalu mengkhawatirkanmu.
Dia yang selalu ingin tau kabarmu.
Dia yang selalu ingin membuatmu bahagia.
Dia yang selalu mengerti perasaan kamu tanpa harus kamu pinta.
Dia yang tak pernah menuntun cinta kamu untuk diperlihatkannya.
Dia yang tak pernah ingin membuat kamu menangis karenanya.

Karena ketulusan cinta tidak perlu diperlihatkan didepan orang banyak agar mereka tau bahwa kamu cintanya.

Melainkan gimana ia mampu membuktikan seperti apa ia mampu setia dan melindungi serta bertanggung jawab
untuk menghalalkanya.

Bukan cuma sekedar cinta pelampiasan semata.


Bersikap Baik dan Bijak

Bersikap Baik dan Bijak
Di suatu sore, nampak Pertapa Muda bermeditasi di bawah pohon di tepi Sungai. Saat konsentrasi, tiba-tiba perhatiannya terpecah kala terdengar Gemericik air yang tidak beraturan.

Perlahan Ia buka mata dan melihat ke sumber suara.

Ternyata, ada seekor Kepiting yang berusaha keras tuk raih tepian sungai agar tak hanyut oleh derasnya arus...
Melihat itu, sang Pertapa merasa iba, Ia'pun segera ulurkan tangan ke arah Kepiting.

Dengan SIGAP si Kepiting menjepit jari si Pertapa muda.

Meski jarinya terluka, hatinya SENANG karna bisa menyelamatkan si Kepiting.

Kemudian, Dia lanjutkan Pertapaannya. Namun saat Ia mulai bermeditasi, terdengar lagi suara yang sama dari tepi sungai.

Ternyata si Kepiting terpeleset kembali, dengan CEPAT si Pertapa kembali ulurkan tangan & biarkan jarinya di capit kembali.

Kejadian itu berulang, yang buat tangan si Pertapa Bengkak & membiru.

Ternyata ada seorang Kakek yang memperhatikan kejadian itu, lalu Beliaupun mendekati sang Pertapa.

"Anak muda, Perbuatanmu adalah cerminan HATIMU yang Baik. Tapi, mengapa demi menolong Kau biarkan capit Kepiting itu melukai tanganmu?" Ujar si Kakek.

"Kakek, biarlah tanganku terluka asal si Kepiting Selamat, karna hanya dengan mencapitlah caranya tuk selamat" Jawab si Pertapa

Kemudian sang Kakek memungut sebatang ranting. Ia lantas ulurkan ranting itu ke arah Kepiting yang terlihat kembali melawan arus. Si Kepitingpun menangkap ranting itu dengan capitnya.

"Lihatlah Pemuda, Melatih Sikap Belas Kasih itu memang BAIK, tapi harus BIJAK. Bila tujuan Kita Baik, tuk MENOLONG, mengapa Harus korbankan Diri Sendiri, Banyak Hal lain yang bisa di manfaatkan, kan?" Imbuh si Kakek.

Akhirnya si Pemudapun sadar.

"Terima kasih Kek atas segala Ilmu yang Berharga ini"

Berbuat Baik itu adalah PERBUATAN MULIA. Namun CARANYAPUN harus Baik & BIJAK.

Semoga bermanfaat.


Bahasa Cinta Kahlil Gibran

Bahasa Cinta Kahlil GIbran | Sejarah kehidupan Kahlil Gibran
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Apabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata

�Aku turut berbahagia untukmu�

Apabila cinta tidak berhasil�

BEBASKAN dirimu�
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah�

bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya�

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..


MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

�Aku ingin mencintaimu dengan sederhana�

seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu�

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana�
Bahasa Cinta Kahlil GIbran | Sejarah kehidupan Kahlil Gibran

seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada��

��pabila cinta memanggilmu�

ikutilah dia walau jalannya berliku-liku�

Dan, pabila sayapnya merangkummu�

pasrahlah serta menyerah,

walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu��


Baca Juga: Biografi Abu Nawas

Kisah Mengharukan, Sang Malaikat Kecil

kisah, islamic motivation, kisah mengharukan, kisah islami

Sudah menjadi kebiasaan setiap selesai sholat jum�at tiap pekannya, seorang Imam (masjid) dan anaknya yang berumur 11 tahun membagikan brosur atau pun buku-buku islam di jalan-jalan dan keramaian, diantaranya sebuah buku dakwah yang berjudul �at-thoriq ilal jannah� (jalan menuju surga).

Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik-rintik air hujan yang membuat manusia benar-benar malas untuk keluar rumah. Namun si anak telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dingin, lalu ia berkata,
�Saya sudah siap, Abi!�
�Siap untuk apa nak?�
�Abi, bukankah ini waktunya kita membagikan buku �jalan menuju surga�?�
�Udara di luar sangat dingin, apalagi gerimis.�
�Tapi Abi, tetap saja ada orang yang berjalan menuju neraka meski suasana sangat dingin.�
�Saya tidak tahan dengan suasana dingin di luar.�
�Abi, jika diijinkan, saya ingin menyebarkan buku ini.�
Sang ayah diam sejenak lalu berkata
�Baiklah, tapi bawa beberapa buku saja, jangan banyak-banyak.�

Anak itupun keluar di jalanan kota untuk membagikan buku kepada orang yang dijumpainya, juga dari pintu ke pintu.

Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Jalanan sepi dan ia tak menjumpai lagi orang di jalanan. Lalu ia mendatangi sebuah rumah untuk membagikan buku itu. Ia pencet tombol bel rumah�.tapi tak ada yang menjawab. Ia pencet lagi..dan tak ada yang keluar. Hampir saja ia pergi, namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya. Untuk kesekian kali ia kembali memencet bel, dan ia ketuk pintu dengan keras.

Tak lama kemudian, pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam berkata, �Apa yang bisa saya bantu wahai anakku?�

Dengan wajah ceria, dan senyum yang bersahabat si anak berkata, �Sayyidati (panggilan penghormatan untuk seorang wanita), mohon maaf jika saya mengganggu Anda, saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda, dan saya membawa buku dakwah untuk Anda yang mengabarkan kepada Anda bagaimana mengenal Allah, apa yang seharusnya dilakukan manusia dan bagaimana cara memperoleh ridha-Nya.�

Anak itu menyerahkan bukunya, dan sebelum ia pergi wanita itu sempat berkata, �Terimakasih Nak...

Satu pekan berlalu....

Seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilakan jama�ah untuk bertanya, atau ingin mengutarakan sesuatu.

Di barisan belakang, terdengar seorang wanita tua berkata, �Tak ada di antara hadirin ini yang mengenalku, dan baru kali ini saya datang ke tempat ini. Sebelum Jumat yang lalu saya merasa belum menjadi seorang muslimah, dan tidak berpikir untuk menjadi seperti ini. Sekitar sebulan suamiku meninggal, padahal ia satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini. Hari Jumat yang lalu, saat udara sangat dingin dan diiringi gerimis, saya kalap, karena tak tersisa lagi harapan untuk hidup. Maka saya mengambil tali dan kursi, lalu saya membawanya ke kamar atas di rumahku. Saya ikat satu ujung tali di kayu atap�saya berdiri di kursi�lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya ke leher, saya ingin bunuh diri karena kesedihanku�

Tapi, tiba-tiba terdengar olehku suara bel rumah di lantai bawah. Saya menunggu sesaat dan tidak menjawab, �paling sebentar lagi pergi� batinku.

Tapi ternyata bel berdering lagi, ditambah ketukan pintu yang makin kuat. Saya ragu, �Siapa kira-kira yang datang ini, setahuku tak ada satupun orang yang mungkin memiliki keperluan atau perhatian terhadapku.� Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher, dan saya turun untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.

Saat kubuka pintu, kulihat seorang bocah yang ceria wajahnya, dengan senyuman laksana malaikat yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Dia mengucapkan kata-kata yang menyentuh sanubariku, �saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda.� Kemudian anak itu menyodorkan buku kepadaku yang berjudul, �Jalan menuju surga.�
Akupun segera menutup pintu, aku mulai membaca isi buku itu. Setelah membacanya, seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.

Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat, hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka, dan mudah-mudahan menjadi jalan selamat dari kesengsaraan menuju surga yang abadi.

Mengalirlah air mati para jamaah yang hadir di masjid, gemuruh takbir..Allahu Akbar..menggema di ruangan. Sementara sang Imam turun dari mimbarnya, menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah.

Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayah pun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.


Judul asli : ??? ????? ??? ?????? ??????
Penerjemah : Shiddiq Al-Bonjowiy
Sumber : Kompaq